Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Camat Maurole Bantah Pernyataan FIRD Soal “Tidur Panjang”
Ekbis

Camat Maurole Bantah Pernyataan FIRD Soal “Tidur Panjang”

By Redaksi4 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Maurole, Lenon Fransiskus saat ditemui wartawan di Rujab Bupati Ende tidak lama ini (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Camat Maurole, Lenon Fransiskus membantah pernyataan Direktur FIRD, Vinsen Sangu, yang menuduh dirinya “tidur panjang”.

Tuduhan FIRD itu mengingat kinerja Camat Lenon yang belum menyelesaikan masalah air bersih PDAM di wilayah Maurole selama kurun waktu kurang lebih tiga bulan terakhir.

Baca Juga: PDAM Macet, FIRD Desak Bupati Marsel Evaluasi Camat Maurole

“Saya ini tidak tidur panjang seperti pernyataan Direktur FIRD. Saya kerja kok, hanya karena kendala teknis. Jadi, pernyataan bahwa saya tidur panjang itu tidak benar,” ccap Camat Lenon kepada Voxntt.com di Rumah Jabatan Bupati Ende, belum lama ini.

Ia menjelaskan, masalah air minum di wilayah Maurole disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga teknis pada PDAM Maurole.

Dijelaskan, ada dua tenaga teknis yang bekerja di PDAM Maurole. Namun, satu tenaga lainnya sudah kembali ke PDAM Ende.

“Memang ada beberapa kendala. Salah satunya tenaga teknis. Kita disana itu sisanya hanya satu tenaga saja. Satu tenaga lain sudah ditarik ke Ende. Jadi yang kita sulit disitu,”katanya.

Kesulitan lain yang dihadapi adalah terjadinya sedimentasi saat musim hujan pada reservoir atau bak penampung. Kemudian ada satu reservoir yang belum dimanfaatkan di Dusun Wolopau.

Sehingga, ia mengklaim bahwa pihaknya telah mengumumkan kepada masyarakat terkait dengan kendala-kendala tersebut.

“Kalau soal iuran pelanggan memang selama saya bertugas belum ada keluhan dari pelanggan. Tapi saya baru tahu setelah sudah diberitakan. Saya yakin bahwa konsekuensi itu ada,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

PDAM Ende
Previous ArticleTumpukan Sampah Hiasi Jalan Herman Yohanes
Next Article 9 Warga Tubmonas Lapor Dugaan Korupsi Dana Desa ke Kejaksaan

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026

Serap Aspirasi Warga Papagarang, Hasanudin Minta Pemerintah Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

13 Agustus 2026

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.