Camat Maurole, Lenon Fransiskus saat ditemui wartawan di Rujab Bupati Ende tidak lama ini (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Ende, Vox NTT-Camat Maurole, Lenon Fransiskus membantah pernyataan Direktur FIRD, Vinsen Sangu, yang menuduh dirinya “tidur panjang”.

Tuduhan FIRD itu mengingat kinerja Camat Lenon yang belum menyelesaikan masalah air bersih PDAM di wilayah Maurole selama kurun waktu kurang lebih tiga bulan terakhir.

Baca Juga: PDAM Macet, FIRD Desak Bupati Marsel Evaluasi Camat Maurole

“Saya ini tidak tidur panjang seperti pernyataan Direktur FIRD. Saya kerja kok, hanya karena kendala teknis. Jadi, pernyataan bahwa saya tidur panjang itu tidak benar,” ccap Camat Lenon kepada Voxntt.com di Rumah Jabatan Bupati Ende, belum lama ini.

Ia menjelaskan, masalah air minum di wilayah Maurole disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga teknis pada PDAM Maurole.

Dijelaskan, ada dua tenaga teknis yang bekerja di PDAM Maurole. Namun, satu tenaga lainnya sudah kembali ke PDAM Ende.

“Memang ada beberapa kendala. Salah satunya tenaga teknis. Kita disana itu sisanya hanya satu tenaga saja. Satu tenaga lain sudah ditarik ke Ende. Jadi yang kita sulit disitu,”katanya.

Kesulitan lain yang dihadapi adalah terjadinya sedimentasi saat musim hujan pada reservoir atau bak penampung. Kemudian ada satu reservoir yang belum dimanfaatkan di Dusun Wolopau.

Sehingga, ia mengklaim bahwa pihaknya telah mengumumkan kepada masyarakat terkait dengan kendala-kendala tersebut.

“Kalau soal iuran pelanggan memang selama saya bertugas belum ada keluhan dari pelanggan. Tapi saya baru tahu setelah sudah diberitakan. Saya yakin bahwa konsekuensi itu ada,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba