Koordinator Laskar Batik Green Aeramo, Jeck Ahi sedang memantau lokasi talang air irigasi KM 1.6 Kanan Lego yang jebol (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Mbay, Vox NTT-Hujan deras mengguyur di wilayah Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (9/2/2019) malam, menyebabkan talang air irigasi KM 1.6 Kanan Lego di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa jebol.

Pantauan VoxNtt.com, Minggu (10/2/2019) pagi,tak hanya talang air irigasi KM 1.6 Kanan Lego yang jebol. Banyak saluran drainase wilayah Aesesa dan sekitarnya juga jebol akibat banjir.

Di Dusun 1 Desa Aeramo, misalnya, sepanjang bibir kali Wakasa terjadi erosi akibat banjir.

Jalan di Desa Aeramo juga terdapat banyak kayu yang berukuran besar melintang di badan jalan akibat terbawa banjir.

Selain di Dusun 1, terdapat pula saluran irigasi di Dusun IV tepatnya di KM 1.6 Kanan di Lego Desa Aeramo juga jebol.

Saluran irigasi yang biasa disebut talang air untuk mengairi ratusan hektare sawah di wilayah Lego itu ambruk akibat luapan air dari kali Wakasa. Talang air itu dikerjakan tahun 1990-an.

Jika tidak segera ditangani, maka ratusan hektare sawah di Lego terancam gagal panen.

Aris, salah seorang warga Lego Desa Aeramo yang ditemui VoxNtt.com, Minggu siang, mengatakan jebolnya talang air itu mengakibatkan sawah bisa dikerjakan lagi. Sebab talang air tersebut satu-satunya saluran untuk mengairi persawahan warga.

“Talang ini jebol yang jelas ratusan hektare sawah kami tidak bisa panen atau tidak bisa kerja lagi. Karena talang air ini untuk melintasi air ke KM 1.6 kanan,” kata Aris.

Sebab itu,ia  berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mengatasi jebolnya talang air ke KM 1.6 kanan Lego.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba