Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pelanggan Ngamuk di Kantor PDAM Soe
Regional NTT

Pelanggan Ngamuk di Kantor PDAM Soe

By Redaksi21 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yulius Lambo (baju kotak-kotak) ketika berada di salah satu ruangan kantor PDAM Soe, Rabu (20/2/2019) (Foto: Paul Resi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Yulianus Lambo, seorang pelanggan PDAM Soe mengamuk di salah satu ruangan kantor PDAM Soe pada Rabu (20/2/2019).

Yulius mengamuk karena merasa aneh dengan manajemen PDAM Soe yang tidak konsisten dalam menetapkan tarif.

“Kalau naik ya naik terus jangan turun lagi. Ini tidak, bulan lalu naik lalu bulan ini turun lagi,” kata Lambo dengan nada tinggi.

Yulius menuturkan, pada bulan Desember 2018 lalu dirinya mendapat surat edaran mengenai kenaikan tarif dengan klasifikasi golongan rumah C, sementara dia tidak punya usaha apapun, sehingga dia membayar Rp. 449.900 pada bulan Januari 2019.

Anehnya, ketika dirinya datang ke PDAM untuk membayar tagihan bulanan berikutnya, tarif kemudian turun menjadi Rp.289.000. Bukan hanya tarif saja yang turun tetapi klasifikasi atau golongan berubah lagi menjadi golongan rumah tangga B.

“Kenapa bulan ini turun lagi dan saya masuk di golongan rumah tangga B lagi. Kenapa tidak naik, atau paling tidak tetap, dan golongan saya dari golong C kembali ke golongan B,” tutur Yulius heran.

Sementara Direktur PDAM Lely Hayer yang dihubungi via layanan WhatsApp Kamis (21/2/2019) mengatakan, masalah tersebut sudah diklarifikasi dengan mengutus salah seorang petugas PDAM ke rumah Yulius Lambo.

Di sana petugas PDAM mendapati Yulius tidak memiliki usaha sehingga pelanggan tersebut masuk ke golongan non-niaga B dari semula golongan C.

Pihak PDAM juga telah mengubah rekening Julius seturut golongan tersebut.

“Masalahnya, setelah teman dari PDAM turun ke lokasi ternyata harus masuk golongan Non Niaga B dari yang semula golongan C. Jadi kita ruba pada rekening. Terus keadaan stop kran juga di dalam rumahnya rusak tapi tidak dilaporkan. Tapi masalahnya sudah kita selesaikan,”tulis Lely Hayer.

Kontributor: Paul Resi

Editor: Ardy Abba

PDAM Soe TTS
Previous ArticlePolres Mabar Kumpulkan 1,6 Ton Sampah dari Pesisir Pantai Binongko
Next Article Dalil Bupati Don Tidak Terima Lagi THL Dinilai Tidak Masuk Akal

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.