Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»29 Persen dari Total Penduduk di TTS Masih Miskin
HEADLINE

29 Persen dari Total Penduduk di TTS Masih Miskin

By Redaksi28 Februari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bapeda TTS, Gede Witadarma saat diwawancarai VoxNtt.com Rabu (27/02/2019) (Foto: L. Ulan/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Angka kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga tahun 2018 masih 29,36 persen dari jumlah penduduk sebanyak 470 ribu lebih jiwa.

Demikan diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) TTS, Ir. Gede Witadarma saat diwawancarai VoxNtt.com, Rabu (27/02/2019) kemarin.

Gede menyebutkan, di tahun 2015 angka kemiskinan TTS berada pada posisi 31 persen. Hingga 2018, lanjutnya, turun menjadi 29, 36 persen.

“TTS mengalami penurunan angka kemiskinan berkisar 0,8 persen tiap tahun. Seharusnya minimal mampu turunkan angka kemiskinan hingga satu persen. Tahun-tahun mendatang semoga bisa capai satu persen bahkan lebih,” kata Gede.

Dengan adanya berbagai program integrasi pemberantasan kemiskinan, Gede optimistis tahun-tahun mendatang angka kemiskinan di TTS bisa menurun hingga 1 persen.

Dia menjelaskan beberapa upaya yang perlu digenjot untuk mengurangi angka kemiskinan di TTS yakni meningkatkan akses di bidang pendidikan, kesehatan, listrik maupun infrastruktur jalan.

“Angka putus sekolah mencapai 30 persen dari yang memilih melanjutkan sekolah ke SMA. Selain itu, angka kematian ibu dan anak masih tinggi serta persoalan kekurangan air bersih. Ini yang perlu ditanggulangi untuk menurunkan angka kemiskinan,” sebutnya.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleWagub NTT Ajak Masyarakat Galakan Revolusi Hijau
Next Article Menghadang Kapitalisasi Media

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.