Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Agas: Ada Persoalan dengan Kualitas SDM di Manggarai Timur
Regional NTT

Bupati Agas: Ada Persoalan dengan Kualitas SDM di Manggarai Timur

By Redaksi28 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Agas Andreas saat menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna istimewa DPRD Manggarai Timur (Matim), Kamis (28/2/2019) di ruang sidang utama DPRD Matim. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,Vox NTT-Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten itu rendah.

Hal itu disampaikan Ande dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), dengan agenda penyampaian pidato perdana bupati Manggarai Timur (Matim) periode 2019-2024, Kamis (28/2/2019) di ruang sidang utama DPRD Matim.

“Pada tahun 2017, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Manggarai Timur sebesar 58,51 poin,” ujarnya.

Ande mengaku angka itu masih rendah dibandingkan dengan IPM Propinsi NTT sebesar 63,73 poin dan IPM secara Nasional 70,81 poin.

“Itu berarti ada persoalan dengan kualitas sumber daya manusia Manggarai Timur,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Matim, Yeremias Dupa, angkat bicara.

Menurutnya, IPM yang rendah akan menjadi fokus pembangunan Matim ke depan.

“Memang dengan angka yang begitu rendah itu juga menjadi arah fokus pembangunan ke depan baik sisi anggaran maupun kebijakkannya,” ujar politisi partai Amanat Nasional itu.

Ia pun mengapresiasi bupati Ande yang menyebut angka indeks pembangunan di Matim saat ini.

“Kita bersyukur karena bupati memulai dari angka yang tidak sukses itu,” imbuhnya.

Menurut dia, penyebutan angka itu bukan berarti pesimis. Justru data ini menjadi dasar optimisme agar memulai perubahan.

Heremias Dupa, sekertaris komisi C DPRD Matim (Foto: Dok. Heremias Dupa)

Menurutnya, angka tersebut tidak bisa dibohongi karena menjadi hak publik dan menjadi data awal program bersama.

“Sehingga ini menjadi titik fokus kebijakkan daerah berawal dari angka itu, kalu mau bicara fungsi kebijakkan berbasis angka,” pungkasnya.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Irvan K

Ande Agas Bupati Matim Manggarai Timur
Previous ArticlePolitik Identitas ‘Racun’ Demokratisasi
Next Article Guru Honor Diisukan Bakal Dipecat, Begini Respon Wabup Nagekeo

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.