Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banjir Hantam 11 Rumah Warga di Kota Komba Matim
Regional NTT

Banjir Hantam 11 Rumah Warga di Kota Komba Matim

By Redaksi7 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banjir di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- 11 rumah warga di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT dihantam banjir, Rabu (6/3/2019) sore.

Pantauan VoxNtt.com, warga yang rumahnya terendam banjir hanya memanfaatkan papan sebagai penahan air. Hal ini untuk mengurangi debit air yang masuk ke dalam rumah.

11 pemilik rumah yang terendam banjir itu yakni, Bosko Nggorong, Fransiskus Mbea, Paulus Bombang, Nikolaus Lalong, Stefanus Jani, Donatus Jalu, Arkadius, Mario Inggo, Klemes Nekeng, Lusia Ndelos dan Andi.

Klemens Nekeng (65) mengaku hujan yang terus mengguyur di wilayah itu sejak Rabu siang menjadi pemicu terjadinya banjir.

“Mungkin sudah 5 jam hujan tidak pernah berhenti,” imbuhnya.

Lanjutnya, banjir itu juga merupakan banjir kiriman dari Leke, salah satu kampung yang ada di Kelurahan Tanah Rata.

Diakuinya juga, hampir setiap musim penghujan rumahnya selalu menjadi sasaran banjir.

“Dapur saya becek semua dipenuhi oleh air setiap musim hujan,” ujar duda dua anak itu.

Senada dengan Klemes, Lusia Ndelos janda 60 tahun mengaku banjir tersebut disebabkan oleh saluran irigasi yang tidak bisa menampung debit air yang besar.

“Memang ada saluran irigasi tetapi kecil sehingga air meluap dan mengalir menuju rumah warga, termasuk saya,” ujarnya.

Dikatakannya, hampir setiap kali banjir ia hanya memanfaatkan dedaunan yang berada di sekitar rumah sebagai penahan sementara.

Lusia mengaku hal itu merupakan satu-satunya cara agar sedikit terhindar dari derasnya aliran air.

Terpantau, rumah Lusia hanya beralaskan tanah dan berdinding pelupuh. Di bagian depan rumah dan samping rumah dipenuhi air.

Fondasi rumah di bagian kiri tampak lubang yang menganga akibat terkikis air.

Kendati demikian, Lusia tak putus asa. Ia terus berusaha dengan caranya untuk melindungi rumah dari banjir.

Ia berharap agar pemerintah cepat tanggap terkait persolan banjir yang ada di wilayah itu.

 

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Ardy Abba

Kelurahan Tanah Rata Manggarai Timur
Previous ArticleDiskursus Bahasa dalam Politik
Next Article Longsor Kembali Tutup Jalan Ruteng-Reo

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.