Valerius Darman, korban yang diduga dipukul anggota Sat Pol PP Matim (Foto: OP)

Borong, Vox NTT-Valerius Darman, pedagang sayur di Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga ditendang dan dipukul oleh seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Senin (11/3/2019) sore.

Saat dihubungi VoxNtt.com, Valerius Darman, mengaku peristiwa pemukulan itu terjadi di dekat Puskesmas Borong. Saat itu ia bersama ayahnya Siprianus Jandut.

Kata Darman, saat pemukulan itu ia sudah selesai menjajakan barang dagangan bersama ayahnya.

“Tadi kami selesai jualan pakai gerobak, tiba-tiba Pol PP datang langsung angkat gerobak kami dan sayurnya ditumpahkan,” ujarnya.

Darman mengaku, para anggota Pol PP tidak hanya menumpahkan barang dagangan, tetapi juga menendang dan memukul di bagian dada.

Terpisah, ayah Darman Siprianus Jandut mengaku saat ini ia sudah mendapat tempat jualan yang diberikan pemerintah.

Namun, kata dia, tempat jualan itu belum memberikan keuntungan untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

“Kenapa saya harus keluar karena kebutuhan sehari-hari tidak cukup dan barang yang saya beli banyak yang hancur dan saya tekor,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi hal itu, ia terpaksa menjajakan barang dagangan di beberapa tempat yang ramai di Borong.

“Saya tekor dan saya harus menjual di tempat yang ramai saya tidak mungkin jual di tempat itu, kalau memang tidak punya hasil untuk saya,” ujar pria yang kerab disapa Anus itu.

Ia pun berharap agar pemerintah mampu memberikan kepastian bagi seluruh pedagang di Pasar Borong.

“Tolong diperbaiki pasar seperti yang kami alami saat ini, karena kami tidak tahu apa-apa yang kami tahu beli dan menjual,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Borong, AKP Virgantara Sjarifudin, mengaku pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan pemukulan itu.

“Sampai saat ini tidak ada yang datang melapor terkait kejadian itu,”  ujarnya.

Sementara itu, pihak Sat Pol PP Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan pemukulan tersebut.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba