Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pedagang Sayur di Borong Diduga Ditendang dan Dipukul Pol PP
Regional NTT

Pedagang Sayur di Borong Diduga Ditendang dan Dipukul Pol PP

By Redaksi11 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Valerius Darman, korban yang diduga dipukul anggota Sat Pol PP Matim (Foto: OP)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Valerius Darman, pedagang sayur di Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga ditendang dan dipukul oleh seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Senin (11/3/2019) sore.

Saat dihubungi VoxNtt.com, Valerius Darman, mengaku peristiwa pemukulan itu terjadi di dekat Puskesmas Borong. Saat itu ia bersama ayahnya Siprianus Jandut.

Kata Darman, saat pemukulan itu ia sudah selesai menjajakan barang dagangan bersama ayahnya.

“Tadi kami selesai jualan pakai gerobak, tiba-tiba Pol PP datang langsung angkat gerobak kami dan sayurnya ditumpahkan,” ujarnya.

Darman mengaku, para anggota Pol PP tidak hanya menumpahkan barang dagangan, tetapi juga menendang dan memukul di bagian dada.

Terpisah, ayah Darman Siprianus Jandut mengaku saat ini ia sudah mendapat tempat jualan yang diberikan pemerintah.

Namun, kata dia, tempat jualan itu belum memberikan keuntungan untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

“Kenapa saya harus keluar karena kebutuhan sehari-hari tidak cukup dan barang yang saya beli banyak yang hancur dan saya tekor,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi hal itu, ia terpaksa menjajakan barang dagangan di beberapa tempat yang ramai di Borong.

“Saya tekor dan saya harus menjual di tempat yang ramai saya tidak mungkin jual di tempat itu, kalau memang tidak punya hasil untuk saya,” ujar pria yang kerab disapa Anus itu.

Ia pun berharap agar pemerintah mampu memberikan kepastian bagi seluruh pedagang di Pasar Borong.

“Tolong diperbaiki pasar seperti yang kami alami saat ini, karena kami tidak tahu apa-apa yang kami tahu beli dan menjual,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Borong, AKP Virgantara Sjarifudin, mengaku pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan pemukulan itu.

“Sampai saat ini tidak ada yang datang melapor terkait kejadian itu,”  ujarnya.

Sementara itu, pihak Sat Pol PP Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan pemukulan tersebut.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Pasar Borong
Previous ArticleJalan Trans Flores di Mabar yang Longsor Terus Dibersihkan
Next Article Berkunjung ke TTU, Gubernur Viktor: Bilang Pak Bupati, Jangan Urus Partai Saja

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.