Jenazah Paulinus Salim (60), salah satu korban longsor di Kampung Culu sesaat sebelum dimakamkan (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)

Labuan Bajo, Vox NTT-Ame…Ame…Wela Ga (Bapa…Bapa…Bangun Sudah). Tangisan histeris itu berulang kali keluar dari mulut Jesica Gandut dan Nerea Karmila.

Keduanya duduk di samping peti jenazah kakek mereka, Paulinus Salim (60). Mereka hendak membangunkan Paulinus yang terbaring kaku.

Sambil mengelus dan memeluk jenazah yang berbaring kaku di dalam peti, isak tangis penuh duka dari keduanya tak henti.

Jesi dan Mila yang kini masih duduk di bangku SD itu seakan tak rela kakek mereka Paulinus pergi dengan cara tragis. Tetesan air mata terus jatuh dari bola mata Jesi dan Mila.

Setiap tetes air mata dipadu dengan kata-kata penuh akrab selama masih hidup bersama sang kakek, manambah deretan suasana duka di hari itu.

Selain Jesi dan Mila, isak tangis sejumlah anggota keluarga yang lain pecah di rumah duka saat jasad Paulinus yang dibungkus dengan kantung mayat kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Sesaat kemudian jasad Paulinus diantar dari rumah duka dekat tempat kejadian menuju tempat pemakaman umum (TPU) untuk dimakamkan.

Jesi dan Mila adalah dua cucu dari Paulinus Salim yang selamat dari bencana tanah longsor di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada 7 Maret 2019 lalu.

Keduanya selamat bersama dua anggota keluarga lain yakni istri Paulinus, Sisilia Sija dan anaknya, Selviana Dewi.

Bencana alam yang tragis dan penuh duka itu telah merenggut 8 nyawa. Salah satu di antaranya adalah kakek Paulinus.

Jasad kakek Paulinus ditemukan tim SAR Gabungan pada 10 Maret 2019 sekitar pukul 09.45 Wita bersama tiga korban lainnya. Sedangkan 4 korban lainnya ditemukan pada 7 dan 8 Maret 2019 lalu.

Kronologis

Jesi dan Mila mengisahkan, sesaat setelah kejadian naas itu, di dalam rumah mereka sedang berkumpul 7 anggota keluarga.

Selain keduanya, ada Paulinus Salim, Sisilia Sija, Remigius Sera (28), Tania Sera, dan Selviana Dewi.

Kala itu, Jesi dan Mila sedang sarapan di dapur yang telah disiapkan oleh Sisilia Sija, istri korban.

Sebelumnya, Sisilia Sija menyuruh Jesi dan Mila untuk memanggil Paulinus Salim dan Selviana Dewi agar ikut sarapan di dapur.

Sedangkan, Remigius Sera saat itu sedang menjaga putrinya Tania Sera dalam kamar. Ia sempat ke dapur untuk mengambil air dan diberikan kepada Tania yang masih berumur 8 bulan.

Anggota keluarga yang lain ikut sarapan di dapur rumah mereka.

Usai sarapan korban Paulinus kembali ke ruangan TV. Sementara yang lain masih di dapur.

Dalam hitungan menit sekitar pukul 08.20 Wita, tiba-tiba saja longsor menutup rumah mereka.

Akibatnya, Sisilia Sija mengalami patah tulang.  Selviana Dewi mengalami luka akibat terkena air panas.

Sedangkan, Paulinus Salim, Remigius Sera, dan Tania Sera ikut tertutup longsor bersama rumah mereka.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba