Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Human Trafficking, Jokowi dan Prabowo Dapat Kritik dari NTT
HEADLINE

Soal Human Trafficking, Jokowi dan Prabowo Dapat Kritik dari NTT

By Redaksi12 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Calon presiden RI, Jokowi dan Prabowo yang kini bertarung dalam pemilu 2019 belum menjadikan isu human trafficking sebagai perhatian serius dalam kampanye pemilihan presiden.

Hal itu terbukti dari absenya isu ini dalam debat capres baik babak pertama maupun babak kedua.

Sorotan itu dilayangkan direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (12/03/2019).

Menurut Gabriel, isu ini seharusnya menjadi perhatian serius karena menyangkut nilai kemanusiaan dan harga diri bangsa.

Di samping itu, target perdagangan orang baik di Indonesia maupun di NTT telah menyasar ke kelompok milenial sebagai aset bangsa masa depan.

Sementara di sisi lain, kedua capres gemar membangun branding diri mereka sebagai sosok yang dekat dengan milenial.

BACA JUGA: Generasi Milenial NTT Rentan Jadi Korban Human Trafficking

“Di dalam Negeri kita ribut soal TKA yang menyerbu Indonesia tapi kita lupa bahwa PMI baik legal maupun ilegal telah menjadi TKA di luar Negeri dan sedang dalam keadaan terancam,” kata Gabriel.

Selain itu, Padma Indonesia juga melihat Capres dan Cawapres hanya menjadikan isu Human Trafficking dan PMI sebagai pencitraan belaka.

“Bahkan kami menilai PMI asal NTT yang meninggal banyak di Malaysia mengalami diskriminatif dari Negara tidak menjadi atensi Presiden RI. Negara hanya sibuk dengan Aisyah dan mengabaikan WNI asal NTT yang meninggal di Malaysia diurus dan dibiayai oleh solidaritas keluarganya untuk kembali ke NTT,” ungkap Gabriel.

Atas dasar itu Padma Indonesia mendesak Presiden RI dan Kementerian terkait untuk tidak mengabaikan WNI asal NTT yang meninggal bertubi-tubi di Malaysia.

Untuk diketahui, pada tahun 2018 jumlah warga NTT yang meninggal di luar negeri sebanyak 108 orang.

Sementara tahun 2019 hingga 13 Maret, kematian TKI asal NTT mencapai 28 orang.

Selain itu, Padma Indonesia menghimbau Capres dan Cawapres agar jangan hanya berdebat soal TKA yang menyerbu NKRI tetapi juga berjuang untuk membela dan melindungi TKI/PMI yang menjadi TKA di Luar Negeri terutama para Korban Human Trafficking dan PMI Non Prosedural.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Human Trafficking Jokowi Kota Kupang Prabowo Subianto
Previous ArticleBupati Agas Buka Turnamen Matim Cup II di Makassar
Next Article Ame…Ame…Wela Ga

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.