Puluhan rumah warga di Kelurahan Tetandara Ende terendam banjir pada Rabu (13/3/2019) siang. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).

Ende, Vox NTT-Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar kota Ende pada Rabu (13/03/2019) siang mengakibatkan banjir di Jalan Achmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Banjir tidak saja mengganggu akses transportasi di jalur tersebut namun juga merendam puluhan rumah di RT 01, RW 01.

Klementinus Mbete, Ketua RT setempat mengakui banjir serupa terjadi setiap tahun saat musim hujan.

Banjir terjadi karena tidak adanya saluran air, baik dari Gang Topeng maupun saluran pembuangan di wilayah selatan pemukiman itu.

“Kami warga di sini mulai cemas kalau musim hujan. Banjir selalu saja terjadi,” ucap dia kepada wartawan.

Gang Topeng tidak memiliki saluran pembuangan sehingga air mengalir dibahu jalan. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).

Tidak saja itu, banjir juga mengganggu aktivitas keseharian warga setempat. Meskipun banjir hanya terjadi beberapa jam.

“Banjir rendam paling tinggi lima jam. Kemudian surut sendirinya. Tapi, kita menyesal karena menganggu aktivitas kita,” katanya.

Ia mengaku pemerintah telah melakukan survei dan memberikan harapan kepada warga untuk membangun infrastruktur tersebut. Namun, hingga kini belum ada realisasi.

Klemens berharap, pemerintah tidak saja memberikan sumbangan yang bersifat stimulan seperti sembako. Tetapi ada realisasi menanggulangi banjir tersebut.

“Warga di sini hanya menerima sembako berupa beras dan sari mie. Sebenarnya bukan itu, tapi kita butuh rekayasa pemerintah untuk tanggulangi banjir ini,” ungkap Klemens.

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J