Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Tetandara Ende
Regional NTT

Banjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Tetandara Ende

By Redaksi13 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan rumah warga di Kelurahan Tetandara Ende terendam banjir pada Rabu (13/3/2019) siang. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar kota Ende pada Rabu (13/03/2019) siang mengakibatkan banjir di Jalan Achmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Banjir tidak saja mengganggu akses transportasi di jalur tersebut namun juga merendam puluhan rumah di RT 01, RW 01.

Klementinus Mbete, Ketua RT setempat mengakui banjir serupa terjadi setiap tahun saat musim hujan.

Banjir terjadi karena tidak adanya saluran air, baik dari Gang Topeng maupun saluran pembuangan di wilayah selatan pemukiman itu.

“Kami warga di sini mulai cemas kalau musim hujan. Banjir selalu saja terjadi,” ucap dia kepada wartawan.

Gang Topeng tidak memiliki saluran pembuangan sehingga air mengalir dibahu jalan. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).

Tidak saja itu, banjir juga mengganggu aktivitas keseharian warga setempat. Meskipun banjir hanya terjadi beberapa jam.

“Banjir rendam paling tinggi lima jam. Kemudian surut sendirinya. Tapi, kita menyesal karena menganggu aktivitas kita,” katanya.

Ia mengaku pemerintah telah melakukan survei dan memberikan harapan kepada warga untuk membangun infrastruktur tersebut. Namun, hingga kini belum ada realisasi.

Klemens berharap, pemerintah tidak saja memberikan sumbangan yang bersifat stimulan seperti sembako. Tetapi ada realisasi menanggulangi banjir tersebut.

“Warga di sini hanya menerima sembako berupa beras dan sari mie. Sebenarnya bukan itu, tapi kita butuh rekayasa pemerintah untuk tanggulangi banjir ini,” ungkap Klemens.

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J

Banjir Ende
Previous ArticleBantu Teman yang Sedang Sakit, Mahasiswa Ini Berjualan Alpukat di Kota Kupang
Next Article 688. 027 Lembar Surat Suara Tiba di Belu

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.