10 tangki BBM dari Reo yang diberangkatkan melalui Aimere tiba di Pelabuhan Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/Vox NTT)

Labuan Bajo, Vox NTT- Kebutuhan BBM untuk wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) kembali dipasok dari Depot BBM Pertamina Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (15/3/2019).

Sebelumnya, kebutuhan BBM untuk wilayah ini terpaksa dipasok dari Bima, NTB. Hal itu lantaran jalan Trans Flores putus total akibat longsor pada Kamis, 7 Maret lalu.

Saiful Anwar Nursanto, Supervisor Receiving Storage dan Distribution Terminal BBM Reo kepada VoxNtt.com mengatakan, Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran BBM ke Labuan Bajo melalui jalur alternatif.

Hal ini agar stok BBM dapat memenuhi kebutuhan warga di Labuan Bajo.

Saiful menjelaskan, Pertamina telah mengerahkan 10 (sepuluh) unit mobil tangki dari Reo untuk kembali menyalurkan BBM di wilayah Labuan Bajo.

BBM didistribusikan melalui Pelabuhan ASDP Aimere – Kabupaten Ngada dan diterukan ke Labuan Bajo melalui jalur laut.

“Kesepuluh mobil tangki tersebut sudah sampai di Labuan Bajo,” ujar Saiful.

Adapun jenis dan jumlah BBM yang dibawa, kata Saiful, yaitu Pertamax 16 kl, Pertalite 48 kl, Premium sebanyak 16 KL, dan Biosolar non subsidi sebanyak 16 KL.

“Kami siapkan juga 4 unit bridger untuk mensuplai Avtur sebanyak 64 kl,” ujar Saiful.

Adamilyara Aqil Sales Executive Pertamina Wilayah Flores kepada VoxNtt.com menjelaskan, ke-10 mobil tangki dari Terminal BBM Reo berlayar khusus menggunakan kapal feri.

Mobil-mobil itu berangkat dari pelabuhan ASDP  Aimere menuju Labuan Bajo melewati jalur selatan Pulau Flores.

“Setelah menyalurkan BBM, kesepuluh mobil tangki tersebut akan kembali diangkut dengan kapal feri menuju ke Terminal BBM Bima di Pulau Sumbawa untuk kemudian melayani penyaluran BBM secara rutin ke Labuan Bajo,” jelasnya.

Aqil menambahkan, kebutuhan BBM untuk masyarakat di Labuan Bajo dilayani melalui dua SPBU di kota ujung barat Pulau Flores itu.

“Dengan penyaluran rata-rata harian untuk Gasoline (bensin) sebesar 48 KL (kilo liter) dan Gasoil (Diesel) sebesar 32 KL. Sementara kebutuhan rata-rata Avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo sebesar 15 KL/hari,” ujarnya.

Selain itu, kata Aqil, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait, untuk kelancaran distribusi BBM tersebut.

Dia juga berjanji akan tetap mengutamakan aspek Health, Safety, Security, Environment (HSSE) dalam operasionalnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba