Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Keluarga Tolak Proses Hukum, Polisi Sebut Alvano Tewas Kesetrum Listrik
Regional NTT

Keluarga Tolak Proses Hukum, Polisi Sebut Alvano Tewas Kesetrum Listrik

By Redaksi16 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alvano ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi tengkurap. Sebagian wajah dan perut bersimbah darah (Foto: Dok. Keluarga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT-Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) oleh tim identifikasi Kepolisian Resort (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS) menyebutkan kematian bocah Alvano Tuke (8) di Desa Hane, Kecamatan Batuputih akibat kesetrum listrik.

Hal itu dikatakan Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada VoxNtt.com, Sabtu (16/03/2019) siang.

“Tim identifikasi langsung turun ke TKP.  Hasil koordinasi keluarga korban dalam hal ini kedua orangtua adalah, menerima peristiwa itu dan tidak ada proses hukum,” jelas Jamari.

Dijelaskan Kasatreskrim, korban Alvano Tuke adalah siswa SD Kelas 1, beralamat di lRT 003/ W 001, Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, TTS

Berdasarkan hasil  olah TKP Polres TTS, menunjukkan, Jumat (15/03/2019) sekira pukul 17.00 Wita,  Rut Tse yang adalah nenek kandung korban berangkat ke kebun untuk memindahkan sapi. Jarak rumah korban dengan kebun sekira 700 meter.

Saat Rut Tse ke kebun,  korban sedang duduk dan bermain karet di dalam ruangan tamu. Rut menyimpan Handphone di dalam lemari di kamar tidur dalam kondisi mati total .

Sekira pukul 18.00 Wita, Rut kembali ke rumah. Saat itu korban sudah tertidur di antara meja TV dan tempat tidur di ruangan tamu.

Rut langsung menuju ke arah korban dan memegang korban, saat itu juga Rut  terkena sengatan listrik (setrum) sehingga langsung melepas korban dan berteriak memanggil tetangga sekitar rumah.

Maka datanglah Wendi Sabuna langsung  memutuskan aliran listrik dan ternyata korban tidak bernyawa lagi.

Baca: Bocah SD di TTS Tewas, di Saku Celananya Ada HP yang Masih Tersambung Colokan Listrik

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Polres TTS TTS
Previous ArticleKebakaran Gedung SMPN 1 Nangaroro Diduga Akibat Arus Pendek
Next Article Ritual ‘Kelas’ di Puar Wae Sele

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.