Valerius Darman, sedang mengatur jualannya di jalan menuju Pasar Borong, Minggu 17 Maret 2019 (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
alterntif text

Borong, VoxNTT-Walau sempat ditegur bahkan dipukul Satuan Pol PP, para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT tetap menjajakan jualannya di pinggir jalan.

Pantauan VoxNtt.com, Minggu (17/3/2019), sejumlah PKL masih berjualan di pinggir jalan menuju Pasar Borong, tepatnya di pertigaan samping puskesmas Borong.

Di sisi kiri dan kanan jalan dipenuhi pedagang yang menjual ikan dan sayur.

Padahal, tempat untuk berjualan bagi para pedagang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Matim di Pasar Borong.

Baca Juga:

Beberapa pedagang yang diwawancarai VoxNtt.com, mengaku tempat yang disiapkan oleh pemerintah tidak menguntungkan mereka.

“Kaka terlalu panas di dalam (di dalam pasar), nanti sayurnya cepat layu, pembeli tidak mau beli,” ujar Valensius Jehat (30), seorang pedagang sayur asal Kampung Kenda.

Dikatakannya, banyak yang mengalami kerugian lantaran kondisi sayur tidak segar dan rusak.

Atas alasan itu, Valens pun memilih untuk tetap berjualan di pinggir jalan, walaupun akan mendapatkan banyak risiko.

Ia berharap agar pemerintah setempat meninjau kembali tempat yang sudah disiapkan tersebut.

Valensius Sehat bersama pedagang lainnya di Pasar Borong, Minggu 17 Maret 2019 (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Senada dengan Valensius, Valerius Darman seorang pedagang yang sempat dipukul Pol PP mengaku tempat yang disiapkan Pemkab Matim belum cocok untuk menjual sayur.

Diakuinya, tempat jualan itu belum memberikan keuntungan untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

“Panas dan sayurnya mudah rusak kakak, kita tekor,” imbuhnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi hal itu, ia terpaksa menjajakan barang dagangan di beberapa tempat yang ramai di Borong.

“Memang sempat ditegur tetapi kami sudah sampaikan bahwa barang yang dijual masih bagus dan kami tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Darman.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba