Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dukung Kebijakan Pemkab, Pengusaha TTS Akui Masih Terkendala SDM
Ekbis

Dukung Kebijakan Pemkab, Pengusaha TTS Akui Masih Terkendala SDM

By Redaksi20 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua APAKSINDO TTS, Dony Gela menyambut para tamu dan undangan saat Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama, APAKSINDO TTS, Selasa (19/03/2019). (Foto: L. Ulan/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE,Vox NTT-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), memberdayakan pengusaha lokal membawa angin segar bagi iklim usaha di TTS.

Bagaimana tidak, Badan Perkumpulan Pelaksanaan Konstruksi Indonesia (APAKSINDO) TTS menanggapi positif wacana pemberdayaan pengusaha lokal di TTS tersebut.

“Kami sambut baik wacana memberdayakan pengusaha lokal oleh Pemkab TTS. Ini akan membawa ilklim usaha yang kondusif serta peluang yang baik,” ujar Dony Gela, Ketua APAKSINDO TTS, Selasa (19/03/2019) kepada wartawan di sela-sela Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama, APAKSINDO TTS.

Menurut Gela, beberapa tahun terakhir jumlah pengusaha di TTS di bidang penyediaan barang dan jasa menunjukkan grafik yang terus menurun.

Oleh karena itu, kebijakan Pemkab TTS dinilainya bisa menggeliatkan kembali kelesuan iklim usaha penyedia barang dan jasa.

“Di tahun-tahun sebelumnya, yang tergabung dalam APEKSINDO TTS ada 61 badan usaha. Namun karena iklim usaha yang tidak kondusif maka sudah berkurang dan sampai saat ini, tinggal 42 badan usaha,” ujar Gela.

Kendati demikian, tandas Gela, wacana pemberdayaan pengusaha lokal harus memacu pengusaha yang tergabung dalam APEKSINDO semakin meningkatkan kompetensi, profesionalitas dan kualitas.

“Untuk kondisi saat ini, tentu pengusaha perlu menyesuaikan diri sehingga peluang ini ditangkap dengan menunjukkan kualitas kerja,” katanya.

Namun, dia juga mengakui keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli masih menjadi kendala tersendiri bagi pengusaha di TTS.

Oleh karena itu, Pemkab TTS dalam proses tender kerja tentu diharapkannya, menyesuaikan dengan kondisi SDM yang ada.

Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama, APEKSINDO TTS, kemarin dibuka staf ahli bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda TTS dr. Hosiana In Rantau, mewakili Bupati TTS.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

APEKSINDO APEKSINDO TTS TTS
Previous ArticleSekwan Nagekeo Tidak Tahu Nama Anggota DPRD yang Dapat Pokir
Next Article Ketua PMKRI Kefamenanu: Optimalkan Pendidikan Kader Berbasis Teknologi

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.