Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemda Ende Dinilai Belum Maksimal Beri Ruang bagi Pemuda
Regional NTT

Pemda Ende Dinilai Belum Maksimal Beri Ruang bagi Pemuda

By Redaksi3 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sam Sudin Hasan, warga Paupanda sedang menanyakan keseriusan Pemda Ende untuk memerhatikan orang muda di Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga Paupanda, Kecamatan Ende Selatan menilai Pemda Ende belum maksimal memberikan ruang kepada kaum muda untuk berkreasi. Itu terutama, terhadap para pemuda Kecamatan Ende Selatan dan Ende Utara.

“Saya banyak dapat informasi dari orang muda bahwa ruang-ruang kreasi terhadap anak muda belum diberikan maksimal. Contohnya, seperti pengelolaan pasar Mbongawani, Taman Bung Karno dan Lapangan Pancasila,” ungkap Sam Sudin Hasan, warga Paupanda saat acara Musrembang di Gedung Imaculata Ende, Selasa (02/04/2019).

Ia menyebutkan, pasar, Taman Bung Karno dan Lapangan Pancasila merupakan aset daerah yang mesti ditangani oleh orang-orang muda.

Para kawula muda yang merupakan penduduk setempat harusnya mendapatkan kesempatan untuk berbenah diri, mengeksplorasi segala kemampuan yang mereka miliki.

Hal itu misalnya, menjaga kebersihan dan kenyamanan, serta mengadakan event-event kreatif di Taman Bung Karno.

“Di taman kalau kita lihat pada malam hari gelap gulita. Orang-orang berpacaran secara bebas disitu. Nah, ini mesti diatur dan memberikan kepercayaan kepada orang muda sekitar,” katanya.

Mantan Ketua HMI Cabang Ende ini pun menanyakan status Lapangan Pancasila Ende, baik sebagai tempat upacara kenegaraan atau sebagai lapangan bola.

Selama ini, lapangan itu hanya bermanfaat sebagai tempat upacara apel dan tempat kampanye. Padahal, para pemuda dua kecamatan tersebut berharap lapangan itu sebagai tempat latihan bola kaki.

“Nah, mesti ada kejelasan, sebagai tempat upacara atau tempat latihan bola anak muda. Kalau untuk tempat latihan, mesti disiapkan gawang dan sebagainya,” tutur Sam.

Ia berharap, Pemda Ende memberikan kesempatan secara terukur kepada orang-orang muda untuk berkreasi. Hal ini dilakukan untuk kepentingan mengasa keterampilan orang-orang muda.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleIni Tanggapan SMPN Satap Lidi Matim Terkait Biaya Ujian Akhir
Next Article Gelar Safety Riding dan Edukasi Pemilu, Kapolres TTS Imbau Jaga Persatuan

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.