Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Harapan Napi di Lapas Dewasa Kelas II A Kupang Usai Coblos
Regional NTT

Harapan Napi di Lapas Dewasa Kelas II A Kupang Usai Coblos

By Redaksi17 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga binaan Lapas Dewasa Kelas II Kupang, Frans Sega. (Foto: Ronis/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Frans Sega, warga binaan atau penghuni Lapas Dewasa Kelas II A Kupang, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, saat ditemui VoxNtt.com, Rabu 17 April 2019 usai mencoblos, mengaku bahagia bisa ikut Pemilu tahun 2019.

Mantan Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi NTT itu berharap, pemimpin yang terpilih pada Pemilu tahun 2019 bisa memperhatikan semua penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia umumnya dan NTT khusunya.

“Sebagai warga Binaan atau orang penjara. Harapannya setelah pemimpin baru terpilih. Minimal ada hatinya untuk kami. Terlebih kami yang tipikor, agar lebih lemah lembut,” ujarnya.

Frans juga menambahkan, dirinya merasa iba dengan orang-orang yang tidak mendapat rejeki untuk mengikuti pemilihan.

Lanjut dia, selama pendataan atau urusan administrasi dalam Lapas, selama ini tidak mengalami kendala serius karena urusan itu dilakukan oleh Staf atau Pegawai Lapas.

“Kalau urusan administrasi itu urusan pegawai, jadi semua aman terkendali,” lanjutnya.

Frans sendiri, pada pemilu 2014 mengikuti pemilihan di rumah tahanan Kupang. “Tahun 2014 saya di Rutang, di sini sidah tiga tahun. Kali ini saya di sini,” jelasnya.

Sebagai warga binaan, harapannya agar Anggota DPR terpilih dalam Pemilu tahun 2019 lebih memperhatikan nasib rakyat kecil di NTT.

“Kami ini warga binaan Pak. orang yang terhimpit. Tapi kami selalu dekat dengan Tuhan,” jelasnya.

Sekadar untuk diketahui, Frans dipidana dengan hukuman 10 tahun penjara karena kasus korupsi.

Pantauan VoxNtt.com, di Lapas Dewasa Kelas II A Kupang, terdapat dua TPS yakni TPS 015 dan 016 dengan jumlah pemilih 328 orang. Proses pemungutan suara berjalan dengan aman dan lancar.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Frans Sega Kabupaten Kupang Lapas Dewasa Kelas II A Kupang Pemilu
Previous ArticleDPT Tercecer, KPU TTS Dinilai tak Cermat
Next Article Apapun Hasil Pemilu, Semua Harus Riang Gembira

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.