Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sapi Berkeliaran di Pasar Marilewa, Diduga Milik Oknum ASN
Regional NTT

Sapi Berkeliaran di Pasar Marilewa, Diduga Milik Oknum ASN

By Redaksi22 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sapi sedang beristirahat di Pasar Marilewa Kecamatan Wolowae. (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Gerombolan sapi berkeliaran bebas di Pasar Marilewa, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Sapi-sapi itu diduga milik oknum guru yang berstatus Apratur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Wolowae.

Tak hanya di Pasar Marilewa. Disaksikan VoxNtt.com, Minggu (20/04/2019), gerombolan sapi tersebut juga berkeliaran bebas di Puskesmas, jalan Trans Utara dan Kantor Camat Wolowae.

Para pengendara yang melintas jalan Trans Utara, tepatnya di dekat Kantor Camat Waolowae terpaksa harus ekstra hati-hati. Sebab jika tidak, maka bisa bertabrakan dengan sapi-sapi.

Selain pemandangan yang tidak elok kawanan ternak ini juga merusak tanaman pekarangan milik warga, serta mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan Trans Utara Mbay-Maumere.

Salah seorang warga Wolowae yang enggan nama dimediakan mengatakan, ternak sapi itu adalah milik beberapa ASN yang bertugas di wilayah Kecamatan Wolowae.

Kata dia, kondisi seperti ini sudah lama terjadi. Bahkan sudah pernah menimbulkan kecelakaan parah.

Dampak lain yang ditimbulkan dari keberadaan sapi ternak yang dibiarkan berkeliaran di tengah jalan ini adalah membuat penggunaan kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintasi.

Selain itu, banyak pula tanaman milik warga yang rusak akibat terinjak dan juga dimakan sapi.

Menurut sumber itu terkait ternak yang berkeliaran ini sudah berulang kali ditegur oleh Pemerintah Kecamatan Wolowae, tapi tidak digubris.

“Saat pemerintah tegur mereka pergi sembunyi di hutan. Lalu dua tiga hari mereka biarkan lagi,” ujarnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous Article12 TPS di TTS Coblos Ulang, Ini Jenis Pelanggarannya
Next Article Tiga TPS di Nagekeo Gelar PSU, Ini Jadwalnya

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.