Kapolsek Urban Aesesa, AKP Ahmad sedang memantau langsung jalan yang ditutup warga (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Keluarga dari salah satu calon DPRD Nagekeo Dapil 1 diduga menutup jalan dari Desa Marapokot menuju Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Selasa (23/04/2019) sore.

Caleg tersebut diduga gagal meraup jumlah dukungan untuk mendapatkan tiket duduk di kursi DPRD Nagekeo.

Pantuan VoxNtt.com, Selasa malam, tampak ada 10 titik tumpukkan pasir Jalan Marapokot-Nangadhero. Ke-10 titik tumpukkan pasir itu antara lain, ada empat di wilayah RT 01 dan 02 Desa Marapokot. Sedangkan enam tumpukkan material ada di RT 08, 09 dan 10 di Desa Nangadhero.

Jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga Desa Marapokot dan Nangadhero. Meski bukan satu-satunya, namun jalur akses tersebut merupakan yang paling dekat dan paling mudah. Jalur lainnya sangat jauh dan perjalanan harus memutar.

Idul Yusuf, warga Desa Marapokot mengatakan, penutupan akses jalan tersebut dampak dari kekecewaan salah satu calon DPRD Nagekeo dari Dapil 1 karena gagal meraih suara terbanyak.

“Saat mereka kasih turun material saya ada di tempat. Mereka-mereka yang turun material saya kenal baik. Mereka itu adalah adalah keluarga dari salah satu calon DPRD Nagekeo,” ujar Idul.

alterntif text

Menurutnya, akibat aksi penutupan itu membuat warga kesulitan melakukan aktivitas. Aksi itu pun sangat meresahkan warga pengguna jalan.

Dia berharap Pemkab Nagekeo dan pihak keamanan untuk secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal yang sama disampaikan Ketua RT 08, Desa Nangadhero Petronela Aso. Ia mengatakan, aksi penutupan jalan dilakukan sekitar pukul 17.00 Wita.

“Kami hanya nonton saja karena massa lebih dari 10 orang. Mereka keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo dari Dapil 1,” ujarnya.

Kades Nangadhero, Muhamad Roslang juga membenarkan bahwa ada penutupan jalan tersebut. Namun demikina, Muhamad belum mengetahui dari mana dan siapa yang menutup jalan itu.

“Saat kejadian itu saya lagi di luar. Saya tahu ada laporan dari warga. Dan siapa dan dari mana yang tutup jalan itu saya belum tahu orangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad yang dikonfirmasi VoxNtt.com di tempat kejadian itu mengatakan, pihaknya akan memangil pelaku yang menutup Jalan Marapokot-Nangadhero.

“Besok saya akan panggil orang-orang yang tutup jalan untuk melakukan klarifikasi. Kalau material untuk sumbang kerja jalan tidak apa-apa. Tapi kalau karena kecewa kalah politik saya akan tindak tegas pelaku yang tutup jalan itu,” tegasnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba