Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho (selendang biru) dan WaliKota Kupang, Jefri Riwu Kore Saat Penandatanganan MoU di alun-alun Kantor WaliKota Kupang, Kamis 25 April 2019 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)

Kupang, Vox NTT- Demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, PT Bank NTT melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk pengolahan sampah organik dan sampah nonorganik

Penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan Pemkot Kupang itu berlangsung di alun-alun Kantor WaliKota Kupang, Kamis (25/4/2019) pagi.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho mengatakan, Kerja sama ini selaras dengan program Gubernur NTT yakni, “NTT bersih”.

“Jadi kita menemukan solusi yang bersifat pemberdayaan ekonomi. Jadi sampah diolah menjadi berkat, tinggal bagaimana masyarakat agar bisa mandiri terutama orang-orang muda,” ujar Kaho kepada Wartawan usai mengikuti acara Ulang Tahun Kota Kupang.

Bank NTT kata dia, mendorong orang-orang muda untuk mulai berpikir cerdas melihat peluang untuk memanfaatkan potensi yang ada.

“Walaupun sampah tetapi dikelola dengan profesional akan menjadi satu usaha yang menjanjikan. Apalagi barang-barang itu diproleh dengan cuma-Cuma, tinggal bagaimana kemauan dan tekad yang kuat untuk berusaha sekaligus merubah mindset supaya jangan lagi berorientasi PNS,” ujarnya.

“Tetapi dengan mandiri memanfaatkan potensi yang ada walaupun sampah sepanjang ada tekad yang kuat pasti akan menghasilkan sesuatu yang bisa mandiri,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ada rencana untuk memberikan bantuan alat untuk mengolah sampah kepada anak muda.

Ia mengatakan, alat ini awalnya sebagai pembelajaran, ketika sudah mandiri dan ada kemauan akan melakukan pembiayaan untuk mempresentasikan alat ini.

“Kita bekerja sama dengan LSM, pemerintah untuk bagaimana mendorong masyarakat merubah mindset untuk mandiri,” ungkapnya.

Tempat untuk pengolahan sampah nonorganik kata dia, sementara akan ditempatkan di Kelurahan Kolhua, BTN, Kota Kupang.

“Kita bekerja sama dengan Pemuda Katolik, Pemuda Nasarea, dan Pemuda Masjid di BTN,” katanya.

Untuk ke depan lanjut dia, akan berupaya agar alat untuk mengolah sampah itu tidak hanya di tingkat kecamatan tetapi akan tersebar di seluruh kabupaten di NTT.

“Sehingga program ini bisa tercipta di seluruh NTT, dan NTT bersih sesuai himbauan gubernur agar bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, Kota Kupang adalah salah satu kota yang sangat buruk dalam pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Tapi kalau kebersihan di jalan-jalan tidak beda jauh dengan kota-kota lain. Coba bapak-bapak mereka ke Surabaya. Kelihatan sama, sampah berserakan. Tetapi untuk pengolahan Sampah mereka bagus sekali dan sampah-sampah itu mereka olah sebaik mungkin,” ujar Jefri.

Untuk mengatasi itu, kata Jefri, Pemkot Kupang bekerja sama dengan Bank NTT untuk pengolahan sampah itu.

“Sehingga tahun depan ini predikat kita berkurang. Kita juga sekarang lagi proses kerja sama dengan salah satu perusahaan swasta untuk pengolahan TPA. Supaya TPA di Kota Kupang itu bisa berubah,” tutup Jefri.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J