Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Wujudkan Kota Bersih, Bank NTT Teken MoU dengan Pemkot Kupang
Regional NTT

Wujudkan Kota Bersih, Bank NTT Teken MoU dengan Pemkot Kupang

By Redaksi25 April 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho (selendang biru) dan WaliKota Kupang, Jefri Riwu Kore Saat Penandatanganan MoU di alun-alun Kantor Walikota Kupang, Kamis 25 April 2019 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, PT Bank NTT melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk pengolahan sampah organik dan sampah nonorganik

Penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan Pemkot Kupang itu berlangsung di alun-alun Kantor WaliKota Kupang, Kamis (25/4/2019) pagi.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho mengatakan, Kerja sama ini selaras dengan program Gubernur NTT yakni, “NTT bersih”.

“Jadi kita menemukan solusi yang bersifat pemberdayaan ekonomi. Jadi sampah diolah menjadi berkat, tinggal bagaimana masyarakat agar bisa mandiri terutama orang-orang muda,” ujar Kaho kepada Wartawan usai mengikuti acara Ulang Tahun Kota Kupang.

Bank NTT kata dia, mendorong orang-orang muda untuk mulai berpikir cerdas melihat peluang untuk memanfaatkan potensi yang ada.

“Walaupun sampah tetapi dikelola dengan profesional akan menjadi satu usaha yang menjanjikan. Apalagi barang-barang itu diproleh dengan cuma-Cuma, tinggal bagaimana kemauan dan tekad yang kuat untuk berusaha sekaligus merubah mindset supaya jangan lagi berorientasi PNS,” ujarnya.

“Tetapi dengan mandiri memanfaatkan potensi yang ada walaupun sampah sepanjang ada tekad yang kuat pasti akan menghasilkan sesuatu yang bisa mandiri,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ada rencana untuk memberikan bantuan alat untuk mengolah sampah kepada anak muda.

Ia mengatakan, alat ini awalnya sebagai pembelajaran, ketika sudah mandiri dan ada kemauan akan melakukan pembiayaan untuk mempresentasikan alat ini.

“Kita bekerja sama dengan LSM, pemerintah untuk bagaimana mendorong masyarakat merubah mindset untuk mandiri,” ungkapnya.

Tempat untuk pengolahan sampah nonorganik kata dia, sementara akan ditempatkan di Kelurahan Kolhua, BTN, Kota Kupang.

“Kita bekerja sama dengan Pemuda Katolik, Pemuda Nasarea, dan Pemuda Masjid di BTN,” katanya.

Untuk ke depan lanjut dia, akan berupaya agar alat untuk mengolah sampah itu tidak hanya di tingkat kecamatan tetapi akan tersebar di seluruh kabupaten di NTT.

“Sehingga program ini bisa tercipta di seluruh NTT, dan NTT bersih sesuai himbauan gubernur agar bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, Kota Kupang adalah salah satu kota yang sangat buruk dalam pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Tapi kalau kebersihan di jalan-jalan tidak beda jauh dengan kota-kota lain. Coba bapak-bapak mereka ke Surabaya. Kelihatan sama, sampah berserakan. Tetapi untuk pengolahan Sampah mereka bagus sekali dan sampah-sampah itu mereka olah sebaik mungkin,” ujar Jefri.

Untuk mengatasi itu, kata Jefri, Pemkot Kupang bekerja sama dengan Bank NTT untuk pengolahan sampah itu.

“Sehingga tahun depan ini predikat kita berkurang. Kita juga sekarang lagi proses kerja sama dengan salah satu perusahaan swasta untuk pengolahan TPA. Supaya TPA di Kota Kupang itu bisa berubah,” tutup Jefri.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Alexander Riwu kaho Bank NTT Jefri Riwu Kore Kota Kupang
Previous ArticleAmankan PSU di Nagekeo, Polres Ngada Kerahkan Ratusan Personel
Next Article Kelelahan, Dua Anggota KPPS di TTS Meninggal Dunia

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Bantuan Rumah Juang Mas Wapres Segera Disalurkan untuk Korban Gempa Nagekeo

18 Agustus 2026

Tema HUT ke- 81 RI 17 Agustus 2026 Tidak Relevan

18 Agustus 2026

Benny Harman Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo

17 Agustus 2026

Hari Ketiga Pascagempa, NasDem Nagekeo Perluas Distribusi Bantuan ke Pengungsi Pedesaan

17 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.