Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Guru di TTU Diduga Jadi Korban Penganiayaan Orang Tua Murid
Pendidikan NTT

Guru di TTU Diduga Jadi Korban Penganiayaan Orang Tua Murid

By Redaksi3 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pipi sebelah kanan Maria Bernadeta Kono, Guru SDN Ketapan yang terluka akibat dianiaya salah satu orang tua muridnya, Senin 22 April 2019. (Foto: Istimewa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Maria Bernadeta Kono, Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketapan, Kampung Oebubun, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tegah Utara (TTU) diduga menjadi korban penganiayaan, Senin (22/04/2019).

Wali Kelas IV, SDN Ketapan itu diduga dianiaya oleh Santo Taslulu, orang tua salah satu murid di sekolah tersebut, sekitar pukul 18.30 wita.

Guru Bernadeta saat dihubungi VoxNtt.com via telepon, Kamis (02/05/2019) menjelaskan, sesuai jadwal yang sudah ditetapkan USBN untuk siswa SD kelas VI digelar mulai tanggal 23 April.

Sesuai kebiasaan yang sudah dilaksanakan selama ini, jelasnya, siswa SDN Ketapan yang akan mengikuti USBM wajib menginap di sekolah selama ujian berlangsung.

Hal itu agar pendampingan dan pengawasan terhadap peserta bisa lebih maksimal.

“Memang untuk siswa yang mau ikut ujian sesuai kesepakatan dengan orang tua itu harus menginap di sekolah, makanya tanggal 22 April itu siswa sudah mulai menginap di sekolah,” jelasnya.

Bernadeta sendiri selama ini juga ditugaskan untuk memberikan les Bahasa Indonesia bagi siswa kelas VI. Sehingga malam itu ia ikut mengawasi para murid yang menginap di sekolah.

Antara pukul 18.30 hingga 19.00 wita, saat ia dan guru lainnya sedang berada di dalam kantor, tiba-tiba mendengar keributan di luar ruangan, tempat para murid, peserta USBN menginap.

Mendengar itu, Bernadeta langsung keluar untuk melihat situasi yang sedang terjadi di luar.

Di luar, ia mendapati Santo, demikian terduga pelaku disapa. Bernadeta kemudian meminta Santo agar masuk ke kantor dan bicara baik-baik agar tidak mengganggu para murid yang sedang menyiapkan diri untuk mengikuti ujian.

“Jadi pas saya keluar saya sempat tegur bilang om Santo ada apa? Ada masalah apa? Kalau ada masalah masuk di kantor bukan teriak-teriak di luar, terus dia (pelaku) bilang kau siapa? Makanya saya jawab bilang saya ibu Erna, lalu dia bilang oh saya tidak ada urusan,” jelasnya.

Karena Santo tak mengindahkan permintaan Bernadeta kemudian keduanya beradu mulut. Setelahnya, tiba-tiba terduga pelaku memukulkan kayu yang dipegangnya ke tiang.

Pukulan tersebut ternyata mengenai salah satu teman gurunya Bernadeta.

Melihat itu, Bernadeta menegur terduga pelaku. Bukannya menerima, terduga pelaku malah memukulnya menggunakan kayu yang sama pada bagian dahi dan pipi sebelah kanannya.

Akibatnya, Bernadeta mengalami benjolan pada dahi dan luka pada pipi sebelah kanan.

“Jadi karena saya sudah luka, makanya saya bilang om Santo ini karena saya sudah luka maka saya akan lapor polisi, tapi dia (terduga pelaku) jawab bilang, silahkan lapor polisi, saya tidak takut polisi,” kisahnya.

Setelah melaporkan kasus itu di Pos Polisi Mena. Bernadeta dihantar oleh salah seorang anggota ke Puskesmas untuk melakukan visum.

“Kemudian setelah pak polisi dengan saya dari Puskesmas, pak polisi langsung jemput dia (terduga pelaku) dan masukkan di Sel Pos Pol Mena,” ujarnya.

Kapolsek Biboki Selatan, Iptu Yoseph Baun saat dikonfirmasi VoxNtt.com menuturkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi dan terduga pelaku.

Saat ini, kasus tersebut sudah masuk pada tahap penyidikan. Apabila berkasnya sudah lengkap, maka akan segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

Ia juga menjelaskan, akan segera dibawa ke Mapolres untuk ditahan di ruang tahan Mapolres TTU.

“kasusnya sdh kita tingkatkan ke taraf penyidikan dan apabila berkasnya sudah lengkap kita akan limpahkan ke JPU,” jelas Iptu Yoseph.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

 

Orang tua murid dianiaya TTU USBN
Previous ArticleVideo: Gubernur Viktor Angkat Bicara Soal Pariwisata Halal, Simak Pernyataannya
Next Article Saksi PDIP Temukan Kejanggalan dalam C1 KPU

Related Posts

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.