Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Potensi Pariwisata Nagekeo Belum Digali Maksimal
Ekbis

Potensi Pariwisata Nagekeo Belum Digali Maksimal

By Redaksi23 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do saat membuka kegiatan peningkatan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata tingkat Kabupaten Nagekeo (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do menilai potensi pariwisata di kabupaten itu belum digali secara maksimal.

Menurut Bupati, salah satunya karena minim promosi.

Karena itu, untuk memaksimalkan potensi tersebut pemerintah terus memaksimalkan peran generasi milenial demi mendongkrak sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Nagekeo.

Bupati Don mengatakan, generasi milenial yang sangat akrab dengan teknologi internet dan media sosial (medsos) dapat menjadi ujung tombak promosi pariwisata.

”Mereka sudah sangat familiar dengan medsos dan internet, banyak yang bisa mereka kerjakan,” katanya saat membuka kegiatan peningkatan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata di aula Hotel Sesandi-Mbay, Rabu (22/05/2019).

Agar perannya maksimal, generasi milenial harus diberi pemahaman tentang pariwisata.

Sebab masih banyak generasi milenial yang memahami pariwisata hanya sebatas destinasi.

Padahal, menurut Bupati Don, pariwisata punya ruang lingkup lebih luas sebagai penggerak roda perekonomian.

“Misalnya saja soal kuliner. Banyak masyarakat yang menilainya itu sebatas kuliner saja. Padahal kuliner juga dapat menjadi obyek wisata karena tidak sedikit wisatawan yang hanya datang untuk memburu jenis kuliner tertentu. Belum lagi soal sejarah dan lainnya, itu bisa dijadikan objek wisata,” ujanya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin cepat juga memungkinkan kaum muda mempromosikan dan membantu memasarkan potensi pariwisata di daerah masing-masing.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Johanes Don Bosco Do Nagekeo
Previous ArticleKomnas HAM Kunjungi Nagekeo Terkait Pengaduan Ini
Next Article BPBD Matim Bentuk TRC, Bupati Agas: Perlu Peningkatan Kapasitas

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.