Pembentukan Tim Reaksi Cepat (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mangggarai Timur (Matim) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) di Aula Kantor Bupati Matim di Lehong, Kamis (23/05/2019).

Pantauan VoxNtt.com, pembentukan tim itu melibatkan beberapa stakeholder yakni pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah, Dandim 1612 Manggarai, Kapolres Manggarai, BPBD Provinsi NTT, BPBN dan seluruh staf BPBD Matim.

Kepala BPBD Matim, Antonius Dergong mengatakan, pembentukan TRC baru pertama kali selama dirinya menjabat sebagai kepala BPBD di kabupaten itu.

Diakuinya, secara kelembagaan BPBD Matim sudah masuk dalam kategori Tipe A.

“Seharusya kita sudah buat TRC ini sejak lama tetapi masih terkendala dengan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Matim, Agas Andreas dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Matim Boni Hasudugan mengatakan, sebagai salah satu daerah yang rawan bencana sangat diperlukan peningkatan kapasitas dalam mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan.

Hal demikian, kata dia, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat risiko bencana yang mungkin akan terjadi.

Diakuinya, hingga saat ini masih banyak bencana yang belum bisa ditanggulangi lantaran terbatasnya kapasitas aparatur, masyarakat dan anggaran yang tersedia.

“Untuk melakukan ini maka sangat diperlukan kerja sama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat dunia usaha/pegiat. Untuk terwujudnya hal itu maka perlu dibentuk sebuah tim kerja yang dinamakan Tim Reaksi Cepat (TRC),” ujarnya.

Bupati Agas menambahkan, dari pengalaman menghadapi kejadian bencana di Kabupaten Matim, maka sangat diperlukan suatu sistem penanggulangan bencana yang tepat.

“Sistem yang dibangun itu adalah sistem yang berlandaskan pada Undang-undang Nomor 24 tahun 2007,” ujarnya.

Dalam Undang-undang itu, lanjut Agas, mengatur tentang peraturan pelaksanaan penanggulangan bencana berupa peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri dan peraturan kepala BNPB.

Dirinya pun berharap para TRC mampu melakukan penanggulangan bencana sesuai peran dan fungsi masing-masing.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba