Ilustrasi

Ende, Vox NTT-Manager PLN area Flores Bagian Barat Firman Raharja memberi alasan atas protes warga Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Firman menyatakan, pekerjaan jaringan listrik di wilayah setempat belum dilanjutkan karena beberapa pekerja terserang malaria.

Selain itu, ada beberapa kendala lain yang masih bernegosiasi bersama masyarakat.

“Baik Pak, pekerjaan masih proses pak, beberapa kendala diantara terkait titik pengambilan, perijinan status hutan lindung dan seringnya pekerja sakit diantara malaria,” terang Firman saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (23/05/2019) malam.

Ia menuturkan, pihaknya akan segera melanjutkan pekerjaan itu apabila semua kendala teratasi.

“Kami juga upayakan empat trafo bisa menyala dulu ini pak,” ucap dia.

Firman melanjutkan, beberapa persoalan pelik lainnya pun masih terjadi di kalangan masyarakat. Namun, ia menepis atas persoalan itu setelah ditanya wartawan.

Untuk rasio di Kabupaten Ende, tutur dia, masih kurang 20 desa. Sedangkan beberapa desa misalnya Watumite, Boafeo, Kekasewa dan Nila belum menjadi target pemasangan sebab kondisi topografi ekstrem dan tidak ditunjang dengan infrastruktur jalan.

“Untuk lokasi-lokasi isolated tersebut kami bangun dengan PLTS komunal. Jadi, kita mohon bantuan Pemda Ende agar akses jaringan listrik dapat dinikmati masyakarat secara keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Watukamba Arkadius Aku Suka mengajukan protes ke PLN dan CV RIDE yang belum melanjutkan pekerjaan pemasangan jaring listrik di Desa Watukamba dan Desa Otogedu wilayah Kecamatan Maurole.

Protes Arkadius mengingat pekerjaan tersebut belum dilanjutkan sejak awal Tahun 2018.

Ia menanyakan itu agar secara bersama-sama mencari solusi sebab masyarakat setempat sangat membutuhkan listrik.

“Kita mau tanya, kenapa pekerjaan belum selesai. Padahal kita sangat membutuhkan. Ia, kita tanya, kenapa terjadi begitu,” kata mantan aktivis ini di kediamannya, Kamis (23/05/2019) pagi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text