Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Sebelum Bunuh Diri, Andreas Sempat Telepon ‘Travel’ untuk Jemput Istrinya di Ende
HUKUM DAN KEAMANAN

Sebelum Bunuh Diri, Andreas Sempat Telepon ‘Travel’ untuk Jemput Istrinya di Ende

By Redaksi28 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolsek Urban Aesesa, AKP Ahmad bersama warga Kobakua sedang menurunkan Korban dari atas dahan pohon gamal (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Warga Kampung Yateteyo, RT 10, Dusun Kobakua, Desa Tenda Toto, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang gantung diri, Senin (27/05/2019).

Pria yang diketahui bernama Andreas Ou (27) itu ditemukan tewas gantung diri di pinggir Kali Tiwu Tu, tepatnya di belakang rumah korban, sekitar pukul 08.30 Wita.

Korban tewas dengan cara gantung diri di pohon gamal setinggi 3 meter.

Albertus Dipa (20), keluarga korban saat ditemui di kediaman almarhum mengatakan, selama ini Andreas selalu menceritakan bahwa istrinya Nessta dan anaknya yang berumur 7 bulan sudah satu bulan lebih kembali ke Ende dengan orangtuanya.

Sampai saat ini, cerita Albertus, istri dan anaknya itu tak kunjung kembali ke Kampung Yateteyo.

”Selama ini korban selalu sebut ingat anaknya yang masih 7 bulan dibawa istrinya ke Ende, tidak ada kabar kapan kembali,” kata Albertus.

Namun, kata dia, korban tidak pernah menceritakan mengapa istri dan anaknya tak kunjung kembali.

”Korban tidak pernah cerita bahwa dia ada masalah dengan istrinya. Hanya dia cerita bahwa istrinya ke Ende, bulan lalu hanya pergi berobat saja. Dan tidak ada bilang masalah apa ke kami,” ujar Albertus.

Sebelum korban meninggal, Senin (27/05/2019) pagi, Albertus bersama korban sempat minum kopi bersama di rumah pamannya yang bernama Ferdin.

“Saat kami sementara minum kopi dia bilang hari ini mau jemput istrinya. Lalu dia telepon (mobil) travel. Setelah dia telepon travel, dia telepon isrtinya. Entah apa komunikasi dengan istrinya kami tidak tahu. Tiba-tiba korban diam lalu terus minum kopi sampai habis. Setelah habis minum kopi korban langsung pamit dan tidak tahu pergi ke mana sampai ditemukan korban gantung diri,” kisah Albertus.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleBupati Mabar Serahkan SK untuk 228 CPNS
Next Article AMPP Segera Gelar Aksi Minta Ketua KPU Mabar Mundur dari Jabatannya

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.