Bendera merah putih nampak mentok setengah tiang saat upacara apel memperingati hari lahir Pancasila di Ende pada 1 Juni 2019 (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Ende, Vox NTT-Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tak menyangka bendera merah putih naik hanya setengah tiang saat apel memperingati hari lahir Pancasila di Ende, Flores, NTT, Sabtu (01/06/2019).

Padahal, dalam konsep awal bendera dikibarkan hingga penghujung tiang. Paskibraka tak mengira tiba-tiba bendera merah putih mentok pada pertengahan tiang.

“Ia, bukan direncanakan. Sebenarnya harus naik (bendera) full. Tapi saya tidak bisa tarik dan mentok setengah tiang,” ungkap Ali I. Roja, petugas Paskibraka saat ditanya VoxNtt.com, usai pengibaran bendera merah putih.

Ali menceritakan, saat gladi pada Jumat 31 Mei 2019, bendera dinaikkan sepenuhnya. Saat itu semua berjalan lancar dan tidak terkendala apapun.

Namun, pada hari “H” saat upacara berlangsung, tali bendera tiba-tiba mengeras.

Petugas pengerek bendera tak mengira tiba-tiba bendera mentok pada pertengahan tiang. Hal itu diluar dari rencana (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

“Saat pertengahan lagu Indonesia Raya, tali bendera mulai keras. Saya tidak bisa tarik dan saya heran bendera tidak naik sampai ujung tiang,” katanya heran.

Ali menduga, tali bendera terlepas dari roda sehingga proses tarik tidak lancar seperti sedianya. Ia mengaku hal itu terjadi bukan karena disengajakan.

“Mungkin roda tidak berputar baik. Ia, benar-benar tidak sengaja dan kita tidak punya rencana naik bendera setengah tiang. Bendera harus naik penuh, tapi saya tidak tahu kondisi ini,” ucap Ali.

Untuk diketahui, sebanyak 12 pasukan pengerek bendera. Masriat Ariani, Ali I.Roja dan Muhammad Risky bertugas sebagai pengibar bendera.

Apel itu dipimpin Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Didampingi Forkopimda Pemprov NTT, Plt Bupati Ende H. Djafar H Achmad, Kapolres Ende, Dandim 1602 Ende, Kejari dan Pimpinan Pengadilan Negeri Ende serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text