Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diduga Komplikasi Penyakit, Napi di Rutan Bajawa Meninggal
Regional NTT

Diduga Komplikasi Penyakit, Napi di Rutan Bajawa Meninggal

By Redaksi1 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah almarhum Frumentius Lodu tiba di kediamannya di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (31/05/2019) malam (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Frumentius Lodhu, narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Bajawa, Kabupaten Ngada meninggal dunia di RSUD Bajawa, Jumat (31/05/2019).

Frumentius meninggal diduga karena komplikasi penyakit. Sebelumnya ia dikabarkan menderita sakit lambung, sesak napas dan kaki bengkak.

Frumentius merupakan narapidana yang telah menghuni Rutan Bajawa sejak tanggal 21 November 2018 lalu.

Dia divonis Pengadilan Negeri (PN) Bajawa 12 tahun penjara karena terjerat kasus pencabulan.

Warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo ini dikabarkan telah sakit-sakitan setelah masuk di Rutan Bajawa.

“Anak kami meninggal di RSUD Bajawa. Kata pegawai Rutan anak saya sakit lambung, sesak napas dan kaki bengkak,” ujar Ayah Frumentius, Hendrikus Dhosa saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya, Jumat (31/05/2019) malam.

Hendrikus mengaku keluarga sudah menerima dengan iklas kepergian Frumentius.

Frumentius Idap Penyakit HIV/AIDS

Kepala Rutan Bajawa Mustawan yang dihubungi VoxNtt.com, Jumat malam, membenarkan narapidana atas nama Frumentius Lodhu meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Bajawa.

Frumentius meninggal pada Jumat, sekitar pukul 10.30 Wita.

“Selama ditahan di Rutan Bajawa, Frumen juga kerap dikirim ke RSUD Bajawa karena sakit,” kata Mustawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Bajawa, kata dia, Frumentius meninggal karena mengidap penyakit HIV/AIDS.

“Empat bulan yang lalu saat masuk di Rutan Bajawa korban sudah terdeteksi mengidap penyakit HIV/AIDS,” ujarnya.

Dia mengaku, pihak keluarga sudah menerima dengan iklas kepergian Frumentius.

Disaksikan VoxNtt.com, Jumat malam, di kediaman almarhum dipadati keluarga yang datang melayat.

Isak tangis keluarga dan kerabat dekatnya pecah saat jasad almarhum datang dari RSUD Bajawa.

Dari RSUD Bajawa, jasad almarhum hanya diantar pihak keluarga. Sementara para pegawai Rutan Bajawa tak ikut mengantarnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Rutan Bajawa
Previous ArticleMelahirkan Kembali Pancasila
Next Article Apel 1 Juni di Ende, Paskibraka Tak Menyangka Bendera Naik Setengah Tiang

Related Posts

Jalan Hotmix Baru Sepekan Rusak, Proyek Rp18 Miliar di Nagekeo Disorot

18 Maret 2026

Tembok Belakang RS Pratama Reo Roboh, Anggaran Rp41 Miliar Dipertanyakan

18 Maret 2026

Poktan Laudato Si Kenda Terima Subsidi KWI Rp32 Juta untuk Ternak dan Hortikultura

17 Maret 2026
Terkini

Rismon Balik Arah, Tak Membuat Ijazah Jokowi Asli

19 Maret 2026

Polairud Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah, DPRD Mabar Minta Pengawasan BBM Diperketat

19 Maret 2026

Pasola Sumba sebagai Identitas Budaya yang Menghidupkan

19 Maret 2026

Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

19 Maret 2026

Sikap Generasi Muda: Tantangan Demokrasi dan Pendidikan Kewarganegaraan

19 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.