Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pedagang Keluhkan ‘Terminal Bayangan’ di Oesapa
Regional NTT

Pedagang Keluhkan ‘Terminal Bayangan’ di Oesapa

By Redaksi10 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bus dan mobil travel terlihat parkir di seputaran lampu merah Oesapa yang dijadikan terminal bayangan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Seorang pedagang mengeluhkan ulah sopir bus dan mobil travel lintas kabupaten yang menggunakan lokasi KM 9, Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang sebagai ‘terminal bayangan’.

“Bukan hanya mengganggu, tapi sangat mengganggu. Kadang mau parkir motor milik kami sendiri kalau datang ke kios mesti putar dulu, mereka padat di depan,” ujar pedagang yang tiap hari menjual di sisi Jalan Timor Raya, KM 9 Oesapa itu kepada VoxNtt.com, Senin (10/06/2019).

Pedagang yang tak ingin namanya dipublikasikan itu mengaku, selain gaduh dan sesak, juga persoalan pendapatannya berkurang.

Sebab, persis di depan lokasinya berjualan mengais rupiah, dipenuhi bus dan mobil travel yang berebutan mendapatkan penumpang.

Sementara itu, salah satu pengemudi mobil travel Domi Umbu Sanggara mengatakan, terminal Walikota yang disediakan oleh pemerintah ukurannya sangat kecil.

Sebab itu, ia terpaksa memarkir mobil dan mencari penumpang di lokasi KM 9 Oesapa.

“Parkir bus (ke) Atambua saja tidak cukup, belum bus Besikama. Paling banyak bus kan Kefa dengan Atambua. Kalau parkir semua di sana mana cukup,” tukasnya.

Dialihkan ke Dishub Provinsi

Terpisah, Kepala Seksi LLAJ Dinas Perhubungan Provinsi NTT Pius Saju mengaku, sudah mendengar keluhan warga terkait hal itu.

Kata Pius, warga mengeluh karena ada kegaduhan hingga larut malam di ‘terminal bayangan’ itu.

Bahkan, para pengemudi dan kondektur mengonsumsi miras di sekitar ‘terminal bayangan’.

“Kita dapat keluhan tiap hari dan terminal bayangan Oesapa ini, jadi  hal yang akut  sulit diberantas. Teman-teman di kota sampai tidak mau, jadinya Provinsi yang urus. Kota sudah sering datang, saat dong keluar bus dan travel liar mulai parkir lagi,” jelas Pius saat dimintai komentarnya, Senin pagi.

Salah satu masalah yang cukup urgen ditangani di ‘terminal bayangan’ Oesapa, kata dia, adalah travel liar.

“Ratusan unit dari Soe, puluhan lain dari Kefa, Belu hingga Malaka. Mereka sudah bagi-bagi bagian. Di lampu merah sini Soe punya, setelah itu Kefa. Itu sepanjang jalan dan rata-rata travel belum punya izin, seharusnya mereka itu angkutan sewa. Dan yang paling berbahaya adalah mereka masih menggunakan plat luar,” aku Pius.

Ia mengaku setiap hari pihaknya melakukan penertiban kendaraan tanpa surat izin. Pihak Pius bahkan kerap melakukan operasi penertiban di lokasi ‘terminal bayangan’ yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, ulah para sopir bus dan mobil travel liar tersebut masih saja memarkir di ‘terminal bayangan’ Oesapa.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Oesapa
Previous ArticleLibur Lebaran 2019, Pengunjung Danau Kelimutu Turun 12,78 Persen
Next Article Perbaik Jalan di Ruteng, Dinas PUPR Manggarai Anggarkan 12,5 Miliar

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.