Kondisi jalan di Pasar Borong pada Rabu 12 Juni 2019 (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Jalan di seputaran Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) rusak parah. Akibatnya, setiap musim hujan jalan itu berbecek.

Terpantau, Rabu (12/06/2019) siang, para pelaku ekonomi yang berada di pasar itu, tampak kurang nyaman untuk menjual maupun membeli setiap produk yang dijajakan. Beberapa di antaranya tampak geram dan mengeluh dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki itu.

“Oe..ini bagaimana pemda ini ko jalan di sini belum juga perbaiki padahal ini jalan ramai dikunjungi, di manakah pemerintah daerah?” keluh seorang warga di Pasar Borong ketika melewati jalan itu.

Tak hanya para para pelaku ekonomi, para pengendara roda dua maupun roda empat mengeluhkan hal serupa. Mereka menyanyangkan, pasar yang berada di ibu kota kabupaten itu justru tidak diperhatikan serius oleh pemerintah.

“Kami kalau lewat pas hujan kasihan dengan para penjual dan pembeli di sini, kadang air kotor tidak hanya kena mereka tetapi juga para pejalan kaki yang datang ke sini,” ujar Bento (35) seorang pengendara roda empat saat ditemui VoxNtt.com di Pasar Borong.

Sementara itu, Mama Indah (56) seorang pedagang di pasar itu, mengaku ruas jalan yang berlumpur itu tak pernah luput dari perhatian Pemda Matim.

“Jalan ini sering difoto, sudah berkali-kali diukur kami hanya tunggu saja kapan mereka perbaiki,” ujarnya.

Dikatakannya, kondisi itu akan sangat berdampak pada hasil penjualan para pedagang. Hal itu kata dia, lantaran para pembeli enggan masuk pasar karena kotor dan berlumpur.

“Itu risikonya kadang pembeli malas masuk pasar, jadi barang kita tidak laku. Mareka kalau beli kadang depan jalan negara saja. Tidak mau datang ke sini (pasar),” keluhnya.

Dia memambahkan potret kerusakan itu, sudah lama dialami oleh warga pasar.

“Kita tunggu saja dari pemda, semoga cepat diselesaikan kami sangat mengharapkan itu sehingga pasar ini bisa nyaman, aman untuk melakukan aktivitas perekonomian,” tandasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba