Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Januari-Mei 2019, Ada 6 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Mabar
HUKUM DAN KEAMANAN

Januari-Mei 2019, Ada 6 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Mabar

By Redaksi14 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSpS, Kepala JPIC SSpS Flores Barat (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kasus kekerasan tertahap Perempuan dan anak di Manggarai Barat (Mabar) NTT sejak Januari sampai Mei 2019 tercatat ada 6 kasus.

Rinciannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 5 kasus. Sementara pelecehan seksual terhadap anak sebanyak 1 kasus.

Kepala JPIC SSpS Flores Barat, Sr. Maria Yosefina Pahlawati, SSpS, mengatakan semua korban telah ditangani oleh JPIC SSpS.

“Semua sudah ditangani bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Manggarai Barat,” kata Sr. Yosefina kepada VoxNtt.com, Kamis (13/6/2019)

JPIC SSpS, kata Sr. Yosefina, juga berkoordinasi dengan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mabar untuk penanganan cepat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pendampingan korban.

Sr. Yosefina menjelaskan, pada saat penanganan kasus, korban kekerasan dilindungi dan didampingi di Rumah Singgah Santa Thersia Labuan Bajo.

Langkah yang dilakukan oleh JPIC SSpS dalam mendampingi korban ialah melakukan konseling untuk pemulihan secara batin.

“Setelah konseling, kami ajak mereka melakukan meditasi untuk mengeluarkan semua beban mereka alami. Setelah itu kami melakukan pemberdayaan kepada mereka,” jelas Sr. Yosefina.

Pemberdayaan itu, lanjut dia, bermacam-macam. Salah satunya yaitu melatih korban membuat tempe, rosario, serta menghias lukisan dan bertani.

“Tujuannya agar mereka bisa bangkit kembali menjadi diri sendiri, tampil lebih berani. Dan harapannya ketika mereka kembali ke rumah, mereka dapat mempraktikan serta membuka usaha dari apa yang mereka pelajari salam di sini,” kata Sr. Yosefina.

Sr. Yosefina menambahkan untuk pelaku kekerasan sendiri, JPIC SSpS menyerahlan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

JPIC Manggarai Barat
Previous ArticlePolres TTU Gagalkan Keberangkatan Tujuh CTK Ilegal  
Next Article Fraksi Demokrat Minta Pemprov NTT Jelaskan Pergeseran APBD 2019

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.