Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pengiriman Ternak Antarpulau di Kabupaten Nagekeo Sisa 1.414 Ekor
Ekbis

Pengiriman Ternak Antarpulau di Kabupaten Nagekeo Sisa 1.414 Ekor

By Redaksi16 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pemerintah Provinsi  NTT telah menetapkan pengiriman ternak antarpulau di setiap kabupaten tahun 2019.

Untuk Kabupaten Nagekeo kuota ternak Nagekeo yakni sapi, kerbau dan kuda berjumlah 3.000 ekor.

Rinciannya sapi sebanyak 2.600 ekor, kerbau sebanyak 200 ekor dan kuda sebanyak 200 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo Gu Herman Petrus mengatakan, untuk ternak sapi yakni 2.600, yang sudah dikirim 1.464 dan sisa 1.136.

Untuk ternak kerbau sebesar 200 ekor, yang sudah dikirim 70 ekor dan sisa 130 ekor.

Sedangkan kuota kuda sebanyak 200 ekor, yang sudah dikirim 52 ekor dan sisa 148 ekor.

“Jumlah sisa kuota ternak antarpulau di Kabupaten Nagekeo kondisi sampai dengan tanggal 9 Juli 2019 tinggal 1.414 ekor. Sementara yang sudah terpakai atau sudah kirim 1.586 ekor,” kata Petrus saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjannya, Senin (15/07/2019).

Petrus mengaku, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan pengiriman ternak antarpulau sejak beberapa bulan yang lalu.

Dikatakan, pengiriman ternak hanya bisa dilakukan untuk yang jantan. Itu berlaku baik sapi, kerbau maupun kuda. Sementara betina tidak diizinkan.

“Tahun 2019 berdasarkan SK Gubenur betina tidak diizinkan,” ujarnya.

Petrus menambahkan, ternak jantan yang bisa dikirim antarpulau ada aturannya. Salah satunya, berat atau bobot ternak jantan adalah 270 kg. Jika kurang dari berat itu, maka tidak bisa dikirim.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleBerkiprah 32 Tahun, Haruskah SMPK St. Yosef Kisol Ditutup?
Next Article DPRD Manggarai Tolak Pembahasan KUA-PPAS 2020

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.