Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Terkait Polemik Pulau Komodo, Pemkab Mabar Didesak Bersikap
NTT NEWS

Terkait Polemik Pulau Komodo, Pemkab Mabar Didesak Bersikap

By Redaksi26 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pulau Komodo, salah satu destinasi wisata Favorit di NTT (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Putra Putri Labuan Bajo Diaspora Internasional mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) bersikap atas rencana penutupan dan relokasi warga Pulau Komodo oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ketua Putra Putri Labuan Bajo Diaspora, Chelluz Pahun mendesak Pemkab Mabar harus segera merespon wacana ini dengan mengambil sikap tegas.

“DPRD Mabar dalam kegiatan dengar pendapat dengan warga Pulau Komodo memutuskan menolak rencana Gubernur NTT menutup Pulau Komodo, serta merelokasi warga lokal, lalu bagaimana sikap Pemkab Mabar? Sampai saat ini masih diam dan cendrung cuci tangan,” tukas Chelluz dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Jumat (26/07/2019).

Pegiat Ecosoc Rights ini menegaskan, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Lasikodat menimbulkan polemik.

Itu seperti rencana penutupan Pulau Komodo, merelokasi penduduk lokal di Pulau Komodo, serta menilai pemukiman tradisional di Pulau Komodo adalah pemukiman liar.

“Penutupan Pulau Komodo akan berdampak pada kegiatan pariwisata, relokasi warga lokal berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan Pemkab Mabar lebih paham situasi warganya, betul pemukiman di Pulau Komodo itu liar?, karena itu Pemkab Mabar harus bersikap, buktikan bahwa Negara itu hadir. Jangan selalu cuci tangan atas situasi yang dialami warga,” tegasnya.

Kata Chelluz, anggota DPRD Mabar dari Fraksi Hanura Sius Pandur menyebut fraksinya dan seluruh anggota dewan secara tegas menolak rencana Gubernur NTT melakukan penutupan dan merelokasi pendudukan Pulau Komodo.

“DPRD sudah tegas, sikap kami adalah menolak penutupan dan relokasi penduduk dari Pulau Komodo. Kami meminta Pemkab Mabar juga harus mengambil suatu sikap yang tegas,” tegas Putra Labuan Bajo ini. (VoN)

Labuan Bajo Pulau Komodo
Previous ArticlePenutupan Pulau Komodo dan Relokasi Warga Lokal, Disebut Program Liar Laiskodat
Next Article Sosialisasi Pembangunan Waduk Lambo Sempat Berlangsung Tegang

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.