Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sosialisasi Pembangunan Waduk Lambo Sempat Berlangsung Tegang
Regional NTT

Sosialisasi Pembangunan Waduk Lambo Sempat Berlangsung Tegang

By Redaksi26 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siti Aisah, saat menyampaikan pengeluhan tentang pembangunan waduk Lambo (25/07) di Halaman Kantor Desa Labo lewa kecamatan Aesesa, Nagekeo. (Foto: Patrik/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Sosialisasi dan pendataan awal persiapan pengadaan tanah pembangunan waduk Lambo di kantor desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis (25/07/2019) berlangsung tegang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II itu, diwarnai aksi penolakan dari segelintir warga yang menolak pembangunan waduk.

Peserta yang hadir dalam sosialisasi itu adalah warga Kabupaten Nagekeo dari desa Labo Lewa, Kecamatan Aesesa, desa Ulupulu I Kecamatan Nangaroro dan desa Rendu Butowe, kecamatan Aesesa Selatan.

Keributan sempat terjadi saat sesi tanya jawab antara peserta dan pihak penyelenggara.

Mulanya, Camat Aesesa, Pius Dhari, selaku moderator, memberikan kesempatan bicara kepada tiga orang perwakilan dari tiga desa yakni Desa Rendu Butowe, Desa Ulupulu I dan Desa Labolewa.

Salah satunya adalah Siti Aisah. Siti merupakan salah satu anggota dari Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo asal desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro.

Di hadapan forum yang hadir, ia membeberkan beberapa alasan terkait sikapnya yang menolak pembangunan waduk di wilayah itu.

Dia tak ingin tanah leluhurnya harus terendam air sebagai dampak dari pembangunan waduk.

“Warisan dari leluhur kita adalah tanah bukan air, siapa yang hebat injak di atas air tapi siti injak di atas tanah” kata Siti dengan nada keras.

Siti juga menyampaikan ketakutan-ketakutannya terhadap hilangnya tanah petanian, wilayah ulayat adat, situs budaya dan kuburan leluhur bila waduk benar-benar dibangun.

Menanggapi pernyataan Siti, Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do menerangkan, akan tetap menjamin keseimbangan antara kelompok penolak dan kelompok penerima hingga tak ada satupun hak warganya yang terabaikan dalam proyek itu.

Bupati Don meminta melalui tim apraisal agar sungguh-sungguh mendata seluruh objek seperti tanah, tanaman dan properti lainnya di lokasi calon waduk.

Pendataan guna mendapatkan kepastian hitungan antara pengadaan tanah dan pembayarannya. Pemerintah juga akan memulai melakukan kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

Hingga sosialisasi berakhir, masing-masing kubu pro dan kontra langsung membubarkan diri. Kegiatan sosialisasi juga berjalan aman dan lancar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT, Badan Pertanahan Nasional provinsi NTT, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, Kapolres Ngada, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa dan Dandim 1625 Ngada.

Penulis: Patrianus Djawa

Editor: Irvan K

Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleTerkait Polemik Pulau Komodo, Pemkab Mabar Didesak Bersikap
Next Article Pembangunan Monumen Pancasila Dihentikan, Proses Hukum Segera Dilakukan

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.