Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Basarnas Kupang Gelar Pelatihan Pertolongan di Bangunan Runtuh
Regional NTT

Basarnas Kupang Gelar Pelatihan Pertolongan di Bangunan Runtuh

By Redaksi29 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama saat diwawancarai awak media di Hotel Neo Aston, Senin 29 Juli 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pelatihan pertolongan di bangunan runtuh bagi potensi SAR di daerah itu, di Hotel Neo Aston, Kota Kupang, Senin (29/07/2019).

Kegiatan itu mengusung tema “Melalui Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Tahun 2019, Kita Tingkatkan Koordinasi dan Kerja Sama dengan Potensi Pencarian dan Pertolongan dalam Rangka Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Penanganan Penemuan Pengungsi dari Luar Negeri dalam Keadaan Darurat di Wilayah Kerja Kantor Pencarian Dan Pertolongan Kelas A Kupang”

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama kepada wartawan usai pembukaan kegiatan itu menjelaskan, rapat koordinasi ini sebagai wahana untuk menyamakan persepsi.

“Meningkatkan komitmen, koordinasi dan sinergitas antara Basarnas dengan potensi pencarian dan pertolongan guna menunjang kegiatan penyelenggaraan tugas-tugas pencarian dan pertolongan, baik pada kecelakaan penerbangan, kecelakaan kapal, bencana alam, dan kondisi membahayakan manusia,” jelas Purnama.

Ia mengatakan, salah satu materi dalam latihan itu bagaimana Basarnas menangani pentahapan dari proses penanganan pengungsi luar negeri.

“Kita gunakan refrensi Undang-undang nomor 125 dan Basarnas sudah membuat suatu prosedur di dalam peraturan Badan SAR Nasional nomor 9 untuk bagaimana untuk menangani pengungsi luar negeri, ” ujarnya.

Ia mengatakan, kunci sukses penanganan suatu kejadian kecelakaan dan bencana adalah kerja sama.

“Soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan. Mereka hadir dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki, kemudian dihimpun oleh sebuah sistem operasi yang menjamin bahwa kemampuan dan kekuatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan tugas di lapangan,” jelasnya

Alat kesiapan utama kata dia, masih terbatas termasuk personel. Sejak di awal tahun 70-an Basarnas terus membangun baik personel maupun alat utamanya itu kapal untuk di laut dan juga pesawat helikopter.

“Kita masih memerlukan waktu untuk terus menambah. Kondisi saat ini masih 30 persen. Sehingga secara bertahap karena anggaran pemerintah pusatkan juga terbatas, banyak juga yang harus dibangun salah satunya itu SAR Nasional, ” katanya

Ia mengatakan, NTT menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat karena letaknya secara geografis berada di paling selatan.

“Dan kemudian mengawasi juga alur laut kepulauan Indonesia di mana kita harus bisa memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi darat, laut, dan udara, ” ungkapnya

Di NTT kata dia, ada dua kantor SAR yakni di Kupang dan di Maumere.

“Tidak seperti provinsi lain. Ini akan sangat efektif. Kalau ditunjang oleh kekuatan SAR lainnya. Potensi SAR dari TNI, dari Polri, dan masyarakat seluruhnya untuk bersama-sama melengkapi tugas SAR di daerah ini,” tuturnya.

Tahun ini lanjut dia, sudah direncanakan penambahan fasilitas. Itu beberapa kantor SAR termasuk Maumere dan di Kupang menjadi perhatian kantor pusat Basarnas di Jakarta untuk terus menambah.

“Tidak hanya alutnya tetapi juga personelnya juga,” tandasnya

Sementara untuk jumlah personel kata dia, masih terbatas baik di kantor pusat SAR, maupun di pos-pos SAR hanya 30 persen.

“Kita akan tambah terus. Mungkin untuk penambahan kantor SAR untuk sementara belum. Untuk penambahan personel dan perlengkapan dan termasuk alutnya itu yang kita fokus perhatikan,” imbuhnya.

Diselenggaranya pelatihan itu kata dia, diberikan kepada seluruh potensi SAR dan masyarakat untuk sama-sama membangun suatu image, bahwa Kupang pun mampu melaksanakan resskill secara mandiri.

“Itulah jawabannya dari keterbatasan personel,’’ pungkasnya.

Lanjut dia, jumlah anggota SAR di Indonesia berjumlah 3.000 personel dari kebutuhan 10.000.

“Masih kurang banyak,” tuturnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Basarnas Kupang Kota Kupang
Previous ArticleIni Daftar Nama Pejabat Eselon III dan IV yang Dirotasi Bupati Nagekeo
Next Article Pengamat: Siapapun Pimpinan DPRD NTT Merupakan Putra Terbaik

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.