Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Penanganan Kasus Human Trafficking di NTT Dinilai Politis dan Elitis
Human Trafficking NTT

Penanganan Kasus Human Trafficking di NTT Dinilai Politis dan Elitis

By Redaksi29 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
John Liem (Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Masyarakat menilai isu dan penanganan kasus human trafficking atau perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertendensi politis dan terkesan elitis.

Masyarakat NTT belum mendapatkan dampak langsung dari moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Penilaian ini disampaikan John Liem, salah seorang dosen pada Universitas Persatuan Guru (UPG) 45 NTT, Kupang.

“Ini semua permainan. Kalau mau jujur, moratorium hanyalah sebuah isu politik,” beber mantan Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kupang ini dalam diskusi di Group VoxNtt.com TTS, Minggu (28/07/2019).

John mengatakan, penanganan hukum terhadap para pelaku human trafficking selama ini pun terkesan hanya menyentuh para perekrut lapangan. Sementara pemilik perusahan perekrut belum tersentuh.

Agar penanganan bisa dilaksanakan dengan baik di Bandar Udara El Tari Kupang, usulnya, maka harus benar-benar diberikan kewenangan besar kepada kepada Kepolisian bukan angkatan udara atau AURI.

Sementara itu, Pina Nope salah seorang pemerhati sejarah asal TTS, mengurai masalah human trafficking sudah terjadi sejak zaman dulu terjadi NTT, khususnya Pulau Timor.

“Penjualan budak dari Timor, menurut laporan Tom Pires, sudah marak terjadi sejak tahun 1600 dan menurut dokumen-dokuken historis itu berlangsung sampai abad 20. Bahkan penamaan Ata-pupu itu berasal dari kata “ate” dan “pupu” (Pelabuhan Budak),” jelas Pina Nope.

Atapupu di Kabupaten Belu, sebutnya, sejak dulu adalah pelabuhan budak.

“Sudah banyak upaya untuk penghapusan perbudakan dari zaman Belanda ketika di akhir tahun 1800-an sudah ada pelarangan penjualan budak tapi itu masih ada sampai tahun 1940-an dan sekarang bermetamorfosis menjadi istilah TKW/TKI tapi sama artinya yakni ” Trafficking“,” sambung Pina.

Menurut Pina, melihat berbagai tindakan oknum hingga pola penanganan yang belum menyelesaikan persoalan maka pemimpin agama maupun pemerintah perlu mendoakan agar bisa memutus rantai persoalan ini.

Maci Selan, salah seorang aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) TTS mengatakan, banyak petinggi di daerah NTT menjadi backing TKI ilegal ke luar negeri.

“Banyak kepentingan baik itu politik maupun ekonomi bermain di balik masalah human trafficking. Sehingga masalah ini belum terurai dengan benar,” tandas Maci Selan.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking TTS
Previous ArticleSeleksi Perangkat Desa di TTS Diundur
Next Article Empat Desa di Nagekeo Dapat Bantuan Beras Rawan Pangan

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.