Peserta Uji kompetensi saat pose bersama pihak PT AKMEI, di Hotel Naka kota Kupang, Senin 12 Agustus 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
alterntif text

Kupang, Vox NTT – PT AKMEI Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar uji kompetensi tenaga teknik kelistrikan.

Uji kompetensi selama 4 hari terhitung sejak tanggal 12 sampai  15 Agustus 2019 itu berlangsung di hotel Naka, Kota Kupang.

Manager PT AKMEI NTT, Gregorius A.  Wara dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini untuk uji kompetensi tenaga teknik kelistrikan bidang distribusi tenaga listrik bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik bidang pembangkitan tenaga listrik.

“Jadi, penyelenggara di sini PT AKMEI PT. PT. AKMEI adalah lembaga terverifikasi badan usaha. Jaman dulu itu ketenagalistrikan bagian dari pada jasa konstruksi,” kata Gregorius.

Setelah ada Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan kata dia, ketenagalistrikan adalah bagian dari kementerian ESDM di bawah Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

“Jadi, kegiatan selama empat hari ini kita akan melakukan uji tertulis, uji praktik, dan uji lisan atau wawancara,” ungkapnya.

alterntif text

Sertifikasi kompetensi itu lanjut dia, adalah untuk membuat sertifikasi badan usaha.

“Jadi, di daerah NTT ini akan dilakukan oleh Sertifikasi Badan Usaha (SBU). Dimana SBU ini bisa berdiri kecil, menengah, maupun besar sesuai kompetensi yang ada, biasanya satu penanggung jawab teknik, tenaga teknik,” ujar Gregorius.

Ia mengatakan, sertifikasi kompetensi itu sama dengan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Surat izin mengemudi itu adalah ditetapkan oleh undangan-undang lalu lintas. Bahwa setiap pengandara wajib mempunyai SIM. Begitu juga dengan sertifikasi kompetensi ini sesuai Undang-undang Ketenagalistrikan,” tandasnya.

Pada Undang-undang nomor 30 tahun 2009 pasal 44 ayat 6 setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi.

“Jadi, sebenarnya kalau di SIM itukan harus bisa mengendarai. Nah, kalau di sinipun kita harus punya pengalaman minimal 6 bulan bidangnya,” jelas Gregorius.

Ia berharap selama empat hari kegiatan itu untuk menjaga kondisi kesehatan hingga selesai.

Sementara itu, Manager jaringan PLN UP3 Kupang, Made Rai menyampaikan terima kasih karena ada sertifikasi kompetensi yang akan selalu bekerja sama dengan PLN.

“Semuanya kita akan berkolaborasi untuk membangun NTT ini ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap kepada peserta untuk banyak bertanya tentang ketenagalistrikan.

“Semoga kegiatan uji kompetensi ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba