Seorang pengunjung sedang berfoto di atas jembatan bambu (Foto : FB Epak T)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Embung Boelanboong di Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT selalu dirindukan pengunjung.

Area wisata ini tak sekadar jadi tempat penampung air bagi warga setempat, tetapi juga difungsikan sebagai tempat wisata.

Embung itu kini ditata sebagai spot foto dan menarik ribuan wisatawan untuk berkunjung.

Tempat ini sudah dikemas jadi destinasi wisata kekinian dengan disediakannya jembatan selfie dan sejumlah tempat duduk santai  yang berbahan bambu.

Di sekelilingi embung dipasang batu lokal sebagai tempat pejalan kaki dan di sekitarnya terdapat miniatur savana yang masih alami.

Tempat ini cocok dikunjungi saat sedang letih ataupun setelah bosan menapaki hidup ala perkotaan.

Didukungn oleh suasana yang nyaman dan udara segar serta jauh dari kegaduhan, tempat ini cocok untuk wisata keluarga.

Pemandangannya lebih menarik pada saat pagi atau sore hari. Pengunjung dapat menyaksikan sunrise dan sunset yang memanjakan mata.

Dari kota Ende, tempat wisata ini dapat ditempuh kurang lebih satu jam. Bagi pengunjung yang suka berfoto, sebaiknya dipastikan dulu camera Anda berdaya penuh. Pasalnya, area wisata ini belum dipasoki listrik.

Soal biaya, jangan risau! Anda cukup membayar karcis masuk sebesar Rp. 3.000 dan menikmati fasilitas di dalamnya.

Tempat Perkemahan

Informasi yang dihimpun Voxntt.com, kawasan Embung Boelanboong ini telah diintervensi oleh Balai Taman Nasional Kelimutu (BTNK).

Selain sebagai tempat wisata selfie, pihak BTNK juga menjadikan kawasan ini sebagai tempat perkemahan atau disebut Boelanboong Eco Camp.

Kepala BTNK, Agus Sitepu menyebutkan bahwa Boelanboong merupakan tempat wisata baru yang sedang dalam proses pengembangan oleh pihak TNK termasuk sebagai tempat perkemahan. Hal ini didukung oleh topografi kawasan yang lapang dan luas.

Ia menjelaskan, kawasan itu nantinya dijadikan titik start untuk tracking ke Danau Kelimutu.

“Ada tempat wisata baru yaitu Boelanboong yang sedang kita kembangkan. Tempat ini juga sebagai tempat perkemahan. Baru sekitar tiga bulan kita mulai tata dan catatan kita jumlah pengujung sudah dua ribuan,”ucap Agus dalam sambutan upacara adat Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata di Kawasan Danau Kelimutu pada Rabu (14/08/2019).

“Jadi, tempat wisata itu juga sebagai pintu masuk untuk mendukung Kelimutu. Karena ada jalur tracking yang sudah disiapkan,” kata dia.

Penulis : Ian Bala

Editor:Irvan K