Suasana acara pelepasan peserta KKBM oleh Direktur Politani Kupang, Thomas Lapenangga , Senin 19 Agustus 2019, di Aula Politani Kupang. (Foto: Ronis/Vox NTT).

Kupang, Vox NTT-Sebanyak 250 orang mahasiswa dan staf akademik Perguruan Tinggi Politeknik Pertanian Negeri Kupang akan melaksanakan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang berlokasi di  Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tanggal 20–24 Agustus 2019.

Pada hari senin, 19 Agustus 2019, kegiatan pelepasan dilaksanakan di Student Center Politani oleh Direktur Politani, Thomas Lapenangga, Wadir bagian Humas, Agustinus Semang, sejumlah pendamping dan Panitia Pelaksana KKBM. Rencanaya, rombongan akan berangkat esok pada selasa 20 Agustus 2019 pagi.

Koordinator kegiatan Melkianus Deddy Randu kepada VoxNtt.com menjelaskan, kegiatan KKBM di tahun 2019, Politani sengaja menjadikan Wini, TTU sebagai lokasi karena banyak pertimbangan.

“Ini karena selama ini sudah keliling berbagai kabupaten di NTT. Jadi untuk kali ini kami fokus di wilayah Timor. Karena beberapa daerah di Flores dan lainnya sudah dilaksanakan,” jelas dia.

Wini juga, terang Deddy merupakan daerah potensial ekonomi yang terletak di jalur Pantura, juga berada di wilayah perbatasan RI dan RDTL.

Dengan kondisi demikian, kata dia, akan sangat baik, selain mempromosikan Kampus Politani Kupang, juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pertanian dan peternakan.

Direktur Politani Kupang, Thomas Lapenangga saat menerina baju KKBM dari Senat Politani. (Foto: Ronis Natom/Vox NTT).

“Banyak anak-anak di Wini yang belum kuliah di Politani, semoga dengan kegiatan ini bisa menjadi bahan motivasi bagi mereka untuk menjadikan Politani sebagai pelabuhan pendidikan tujuan mereka,” ujarnya.

Mengusung tema “Eksitensi Mahasiswa Politani sebagai Agen Transformasi Pertanian Berbasis Sumber Daya Lokal di KAWASAN perbatasan Indonesia”, kegiatan ini 350 orang peserta.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yakni, pengelolaan limbah peternakan, pengendalian penyakit dan terapi suportif pada ternak, pengolahan pakan berbasis sumber daya lokal, analisis usaha tani, pemasaran, dan kerja sama, media penyuluhan, budidaya tanaman holtikultura berbasis pekarangan, pengolahan pangan berbasis ikan dan pisang, revitaliasi hutan, penataan wisata pantai dan menyumbang buku dan rak buku.

Direktur Politani, Thomas Lapenangga mengucapkan terima kasih kepada panitia. Menurutnya, pantia sudah menyiapkan secara maksimal untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut langsung di wilayah berbatasan dengan negara Timor Leste. Segala bentuk kegiatan pasti dilihat oleh masyarakat negara tetangga. Karena itu dia berharap untuk menunjukan yang terbaik.

“Saya sampaikan kepada kita semua dan ini harus bertanggung jawab penuh kepada panitia. Jika ada masalah apapun harus berkoordinasi dengan panitia. Kali ini KKBM di Perbatasan Timor Leste. Selain dengan pola mempromosikian lembaga kita, kampus kita. Kita wajib menampilkan hasil kerja Prodi kepada masyarakat dan memberikan gambaran bahwa Politani Kupang adalah lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi. Saya berharap agar selalu menjaga nama baik lembaga,” imbuhnya.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

alterntif text