Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Monumen Pancasila dan Kolam Air Mancur Lampu Lima Ende Mulai Dibangun
Regional NTT

Monumen Pancasila dan Kolam Air Mancur Lampu Lima Ende Mulai Dibangun

By Redaksi27 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Taman Monumen Pancasila dan Kolam Air Mancur di Lampu Lima Ende mulai dibangun pada Selasa (27/08/2019). (Foto: Ian Bala/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Penataan ruang terbuka hijau di pusat kota Ende khususnya di kawasan lampu lima, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur mulai dibangun pada Selasa (27/08/2019).

Ada dua item pekerjaan yakni penataan taman Monumen Pancasila dan membangun kolam air mancur.

Pengamatan Voxntt.com Selasa siang, sebuah alat berat milik CV. Dua Gemilang-Kupang sudah mulai membongkar tugu di lampu lima. Tugu tersebut direncanakan akan diubah menjadi kolam air mancur.

Proyek tersebut menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2019 senilai Rp 4.297.108.000 dan dikerjakan dalam tenggang waktu 128 hari sejak saat ini.

Kepala Dinas PUPR, Ir. Fransiskus Lewang hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. Voxntt.com, akan terus meminta dinas terkait terutama untuk mendeskripsikan beberapa item pekerjaan dimaksud.

Untuk diketahui, program menata kota merupakan janji pasangan Alm. Marselinus Y.W. Petu dan H. Djafar H. Achmad dalam kampanye jelang pilkada tahun 2018. Salah satu program yang disebutkan saat itu ialah membangun desa menata kota.

Saat itu, menurut mereka, kota Ende perlu ditata sebagai pintu masuk terutama pada bidang pariwisata. Lampu lima merupakan salah satu kawasan yang perlu ditata karena berada persis di depan Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman.

Penataan kota, dalam janji Marsel-Djafar jilid II, tentu melekat sesuai karakteristik daerah. Salah satu yang ditonjolkan ialah nilai-nilai Pancasila dan nilai budaya atau etnis Ende-Lio.

Begini Model Pembangunan Spot Selfie di Lampu Lima Ende

Mengintip Model Desain Penataan Area Lampu Lima Ende

Begini Konsep Menata Kota Ende Versi Paket Marsel-Djafar

Museum Tenun Ikat dan Taman Bung Karno Ende Jadi Kawasan Ternak Kambing

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J

Ende Simpang Lima Ende
Previous ArticleDosen Universitas Pertahanan Indonesia Lakukan Penelitian di NTT
Next Article Media dan Duka Demokrasi

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.