Anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Namfalus dan Ikatan Keluarga Silat (IKS) Putra Indonesia (PI) Kera Sakti Cabang Kabupaten Malaka saat penjemputan patung Bunda Maria di di Stasi Raihenek, Jumat (11/10/2019)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Namfalus dan Ikatan Keluarga Silat (IKS) Putra Indonesia (PI) Kera Sakti Cabang Kabupaten Malaka tampak mesra saat penjemputan patung Bunda Maria di Desa Litamali dan Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima.

Acara penjemputan patung Bunda Maria Paroki Wemasa itu dilakukan di Stasi Raihenek, Jumat (11/10/2019).

Dua perguruan ini terlihat memikul keranda Bunda Maria menuju lokasi yang sudah disiapkan.

Terpantau, dua perguruan ini hadir dengan busana perguruan masing-masing, di balut dengan pakain adat khas Malaka.

Aksi ini menarik perhatian para umat yang hadir.

Baca Juga: Rawat Persaudaraan, PSHT Berbagi Amal di Sejumlah Panti Asuhan

Rondy Mallo, salah satu anggota Orang Muda Katolik (OMK) paroki Wemasa mengaku bersyukur karena ada kedamaian saat penjemputan patung Bunda Maria.

“Inilah contoh yang baik dan harus kita dukung. Kedua perguruan pencak silat yaitu PSHT dan IKS Kabupaten Malaka lebih mementingkan persaudaraan yang kokoh, semoga hari ini dan selanjutnya tetap seperti ini,” harap Rondy.

Terpisah, Ketua ranting PSHT Namfalus Rius Olivio memberikan apresiasi yang luar biasa kepada rekan-rekannya yang sudah menciptakan suasana damai seperti  ini.

Rius berharap semoga ke depannya tetap terjalin kemesraan antara PSHT dan IKS.

“Luar biasa, kita sangat merindukan momen ini. Bunda Maria hadir memberikan kesejukan yang merangkul kita semua. Semoga ke depan dua perguruan silat ini bisa bersatu, demi membangun Malaka dan Gereja,” katanya kepada VoxNtt.com.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba