Ruteng, VoxNTT.com – Prosesi Patung Bunda Maria Penolong Abadi menjadi ikon ziarah umat Paroki Karot dalam mengisi Bulan Maria tahun ini.
Pastor Paroki Karot, Pater Bovan, OFM, dalam kotbah misa pembukaan Bulan Maria pada Jumat, 1 Mei 2026 menegaskan, pilihan prosesi sekaligus devosi kepada Bunda Maria Penolong bukanlah hal baru, melainkan tradisi lama yang telah dihidupi para bapak Gereja.
Ia menyebut Fransiskus dari Assisi dan Paus Fransiskus sebagai dua figur teladan dalam devosi tersebut.
Dalam nuansa Yubileum Fransiskus Assisi, tokoh Maria dinilai menjadi teladan yang menghadirkan kasih Allah ke tengah dunia.
Pater Bovan mengatakan, pengakuan iman Maria yang mengandung Sang Penebus telah mengajak umat beriman untuk memuliakan Tuhan sebagai juruselamat.
Ia juga menyitir pengalaman iman Fransiskus dari Assisi bersama Maria, yang menurutnya relevan dengan situasi saat ini, yakni ajakan untuk mengenal Kristus, mengandung-Nya, dan melahirkannya dalam tindakan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan makna ikon Patung Bunda Maria Penolong Abadi kepada umat. Ia menggambarkan bahwa dalam patung tersebut, Maria menggendong Yesus yang tampak kecil dan menengadah kepada ibu-Nya, meminta pertolongan serta penguatan dalam menghadapi penderitaan.
Menurut Pater Bovan, pemilihan patung ini sebagai ikon ziarah memiliki relevansi dengan kehidupan umat saat ini.
Ia menilai tantangan zaman semakin berat, ditandai berbagai persoalan seperti perpecahan dalam keluarga, kelompok basis, hingga masyarakat luas yang tidak dapat diselesaikan sendiri.
Karena itu, ia mengajak umat meneladani Kristus dengan memohon pertolongan kepada Bunda Maria, sebagaimana kisah di Perkawinan di Kana yang menghadirkan kembali sukacita.
Misa pembukaan Bulan Maria ini dipimpin Vikaris Parokial Pater Rio Edison, OFM, dengan konselebran Pater Marsel dan Pater Yano dari Serikat Panggilan Ilahi.
Seusai misa, prosesi Patung Bunda Maria Penolong Abadi dimulai dari pusat paroki menuju Stasi St. Antonius Padua Watu Alo.
Di lokasi tersebut, patung diterima dengan ritus adat Manggarai sebelum ditahtakan di gereja stasi.
Prosesi diikuti ribuan umat, dikawal petugas Dinas Perhubungan Manggarai, serta melibatkan kelompok Legio Maria, Orang Muda Katolik Paroki Karot, dan pengurus DPP-DKP Paroki St. Fransiskus Karot.
Kegiatan ini direncanakan menjangkau seluruh wilayah paroki dan stasi sebagai bagian dari ziarah rohani umat selama Bulan Maria. [VoN]

