Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tolak Kehadiran Grab Car, AWSTAR Beberkan Sejumlah Persoalan Angkutan Darat
Regional NTT

Tolak Kehadiran Grab Car, AWSTAR Beberkan Sejumlah Persoalan Angkutan Darat

By Redaksi16 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
AWSTAR saat beraudiens langsung dengan perwakilan Grab di Kompleks Bandara Komodo, Rabu (16/10/2019) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat (AWSTAR) menolak kehadiran jasa transportasi online Grab Car di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penolakan itu disampaikan oleh AWSTAR di hadapan perwakilan Grab yang akan mensurvei lokasi di Labuan Bajo.

“Kami menolak kehadiran Grab di sini. Lapangan kami sudah dipersempit oleh mobil hotel yang langsung menjemput tamu di Bandara. Sekarang muncul lagi Grab. Mau makan apa kami nanti,” ungkap Melkiades, Juru Bicara AWSTAR saat beraudiensi langsung dengan perwakilan Grab di Kompleks Bandara Komodo, Rabu (16/10/2019).

Selain itu, Melkiades juga membeberkan sejumlah persoalan angkutan darat yang selama ini mereka alami.

“Kami lihat tamu datang terus dijemput pakai mobil hotel. Begitu juga dengan mobil Pemda yaitu Damri. Ini persoalan yang akan membuat kami gigit jari nantinya,” tegasnya.

Melkiades mengaku persoalan ini sudah sejak 3 tahun yang lalu. Namun kata dia, sekarang baru mereka mengungkapkannya.

“Selama ini kami diam, sudah hampir 3 tahun. Saat ini kami baru berani mengungkapkannya,” jelasnya

Melkiades berharap agar pemerintah melalui DPRD segera merespon persoalan ini untuk tidak berdampak panjang terhadap perekonomian mereka.

“Saya harap pemerintah segera merespon ini melalui DPRD, untuk bisa membantu perekonomian kami di bidang jasa angkutan wisata,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleBekraf Dorong Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Next Article Program Smart City untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.