Stephani bersama rekannya saat mengemudi pesawat Airbus
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Profesi pilot masih jarang diminati banyak orang di Indonesia khususnya NTT. Selain karena test masuk yang begitu ketat, biaya sekolahnya pun terbilang fantastis alias mahal. 

Namun pendapat tersebut tidak berlaku bagi pemilik nama lengkap Maria Gracella Stephani Soe.

Gadis cantik kelahiran Ruteng, 22 April 1997 ini merupakan seorang pilot perempuan pertama dari Manggarai, NTT.

Stephani merupakan putri tunggal dari pasangan Flavianus Soe dan Theresia Maria Natalia Dugis.

Sekolah Dasarnya ditempuh di SDK Ruteng V. Sementara pendidikan menengah ia jalani di SMPK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng dan SMAK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng.

Usai menyelesaikan SMA, bulan September 2015 Stephani melanjutkan studinya di Flying School: Flyb St Fligth Academy, yang bertempat di Batam. Ia menyelesaikan studinya selama 2 tahun 4 bulan.

Saat dihubungi VoxNtt.com Kamis (24/10/2019) Stephani mengaku senang bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang pilot.

“Motivasi saya dulu, saya senang lihat sunset sore-sore kaka, hampir tiap sore keluar rumah. Terus saya bayang bagaimana rasanya kalau lihat sunsetnya sambil terbang dari atas begitu pasti bagus sekali,” ungkapnya.

Kemegahan sunsetlah yang menjadi inspirasi Stephani untuk bermimpi menjadi pilot. Mimpi itu terus ia rawat dengan doa dan perjuangan.

“Memang ini cita-cita saya sejak kecil, dulu saya juga suka main di bandara, terus lihat pilot-pilot yang bawa pesawat lihatnya keren sekali mereka, bisa jalan-jalan keliling begitu,” ungkap gadis yang masih berusia 22 tahun ini.

Stephani mengakui, dalam menyelesaikan sekolah penerbangan, dirinya memiliki banyak kesulitan.

“Apalagi saya orang daerah kan, dengan keterbatasan bahasa dan budaya. Tapi dibantu oleh teman-teman waktu sekolah jadinya semuanya bisa saya lalui,” jelas Stephani.

Stephani bersama teman-teman angkatannya

Selama menggeluti sekolah penerbangan, Stephani merupakan satu-satunya perempuan dari 10 orang di angkatannya.

Saat ini kata Stephani, dirinya bekerja di perusahaan dan membawa pesawat Airbus A320-200.

“Di perusahaan, saya bawa Airbus A320-200 kaka, cuma sampai sekarang saya belum mulai terbang aktif, karena saya kan baru masuk kaka, masih ada kelas-kelas begitu,” ungkapnya.

Soal asmara, Stephani mengaku masih jomblo dan masih fokus di kariernya.

“Hehehehe status single kae,” aku Stephani sambil tertawa.

Tidak lupa Stephani juga berpesan bagi generasi muda NTT untuk jangan takut bermimpi.

Menurut dia, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi asalkan terus berjuang dan berdoa.

“Untuk semua pihak yang sudah berkontribusi selama ini saya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah membantu saya selama ini. Dan untuk bapa, mama, dan semua keluarga, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tidak ada habisnya karena sudah mendukung saya, sampai saya bisa jadi seperti ini,” tuturb Stephani.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K