Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kemarau Panjang, Masyarakat Malaka Kesulitan Air Bersih
HEADLINE

Kemarau Panjang, Masyarakat Malaka Kesulitan Air Bersih

By Redaksi24 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Desa Kateri saat mengantri di sumber air akibat musim kemarau berkepanjangan.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Musim kemarau panjang di Kabupaten Malaka, mengakibatkan sejumlah masyarakat khususnya di Desa Sanleo, Kecamatan Makaka Timur mengalami krisis air bersih.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat setempat harus mengambil air yang berjarak dua kilo meter dari pemukiman.

Salah satu warga desa Sanleo, Dominggus Asa, saat ditemui media ini, Selasa (22/10), mengatakan, selama musim kemarau, sumur yang ada di sekitar rumah penduduk mengalamai kekeringan.

Dominggus mengaku, selama ini tangki air dari Kecamatan hanya mendistribusikan air bersih kepada masyarat apabila ada kematian atau pesta.

Selain itu tangki air dari Kecamatan tidak mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari Masyarat.

“Tangki jarang masuk, kecuali ada acara kematian atau pesta,” ungkap Dominggus Asa.

Dikatakan, krisis air bersih terjadi sejak sekitar musim kemarau, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk minum dan masak, masyaratakat mengandalkan satu sumur yang jaraknya sekitar dua kilomerter dari pemukiman.

“Itupun harus saling rebut dan antre. Jika terlambat maka tidak dapat air, karena sumber mata airnya terbatas,” ungkapnya.

Dominggus berharap, pemerintah setempat bisa memperhatikan krisis air bersih agar masyarat tidak harus berebutan ambil air.

Pemerintah Kecamatan juga diharapkan agar bisa membagi jadwal untuk distribusikan air bersih bukan menunggu ada acara saja.

Sebagaimana terpantau media ini, Dominggus terlihat mengunakan sepeda motornya, memuat beberapa jerigen menuju sumber mata air. Selain dia, puluhan masyarakat lainnya datang mengantri pada sore hari.

Terpisah, salah satu petani, Yos di Desa Umanen Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, mengeluhkan sawahnya yang mengalami kekeringan akibat saluran air kering. Yos mengaku, kemungkinan ia akan mengalami gagal panen.

“Saat ini saluran air kering tidak ada air yang disalurakan sehingga hamparan sawah disini semua mengalami kekeringan dan terancam gagal panen,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar pihak yang terkait bisa mengontrol air dan dari bendungan agar sawah miliknya dan masyarat tidak mengalami gagal panen.

“Ini tanggung jawab kita semua selain pemerintah, petani juga harus berusaha dan mencarikan solusinya sehingga tidak terjadi gagal panen,” ujarnya.

Potret lain ditemukan di desa Kateri, kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Pantauan media ini, masyarakat kesulitan mengakses air. Hal ini terlihat dengan antrian panjang di salah satu mata air guna memenuhi kebutuhan makan-minum setiap hari.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Irvan K

Malaka
Previous ArticlePengadaan Alat Produksi Modern Bukti Keberpihakan SBS untuk Petani Malaka
Next Article Warga Kota Ruteng Digegerkan dengan Penemuan Bayi

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.