Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Keluhkan Keberadaan Banyak Perusahaan di Kelapa Lima
Regional NTT

Warga Keluhkan Keberadaan Banyak Perusahaan di Kelapa Lima

By Redaksi26 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Rikardus Yunatan, saat kegiatan reses RT 16, RW 07, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Jumat (25/10/2019) (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Muchlis Lapitonung Ketja, Ketua RT 16, RW 07, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang mengeluhkan keberadaan banyaknya perusahaan di daerah itu.

Keluhan Muchlis terutama karena sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayahnya tidak merekrut tenaga lokal sebagai pekerja. Akibatnya, tingkat pengangguran di Kelurahan Kelapa Lima semakin tinggi.

“Banyak perusahaan di sekitar sini, tapi kok anak-anak di sini tidak dilibatkan sebagai pekerja,” tukas Muchlis saat kegiatan reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Rikardus Yunatan di wilayahnya, Jumat (25/10/2019).

Tak hanya mengeluh terkait keberadaan perusahaan, ia juga mempersoalkan proyek alun-alun dan kampung seni oleh Pemerintah Kota Kupang, yang tak jauh dari RT-nya. Pasalnya, proyek tersebut juga jarang melibatkan masyarakat lokal.

“Ada pembangunan alun-alun agar masyarakat bisa dilibatkan, juga Kampung Seni  minimal kami tidak sebagai penonton agar pemuda dilibatkan,” tegas Muchlis.

Terpantau, saat reses di RT 16 ini Rikardus Yunatan tak hanya mendengar keluhan Muchlis. Sejumlah warga juga menyampaikan beragam keluhan.

Itu seperti banyak warga memiliki usaha kios, namun terkendala modal yang kurang. Lalu, warga juga mengeluhkan tempat sampah umum dan kesulitan dalam mengurusi administrasi kependudukan.

“Pemerintah tidak bijak untuk buat tempat sampah. Masalah pengurusan KTP, kami warga kurang mampu ini harus bolak balik Dukcapil urus,” kata Dertha  Manngipida, warga RT 16 saat sesi diskusi.

Rikardus Yunatan sendiri mengaku sudah mencatat semua keluhan masyarakat yang disampaikan saat reses, untuk kemudian diangkat dalam sidang di DPRD Kota Kupang.

Sesuai dengan bidangnya, dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan terkait dana kredit usaha rakyat (KUR), Corporate Social Responsibility (CSR)- tanggung jawab sosial perusahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) oleh Pemerintah Kota Kupang.

Rikardus mengungkapkan, dalam mendapatkan bantuan modal usaha ada banyak kriteria yang harus dilengkapi.

“Kita harus merencanakan dengan matang. Usaha apa. Berapa modal dan juga pemasukan. Usaha  juga harus sehat, agar saat tim dari Pemkot turun survei tidak terkendala,” katanya.

Pantauan VoxNtt.com, pada yang sama politisi Gerindra itu juga menggelar reses di RT 08, Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Rikardus Yunatan
Previous ArticleDaftar di Demokrat, Kornelis Dola: Manggarai Harus Juara
Next Article Ansy Daud Ga, Pengusaha Muda yang Sukses

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.