Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ditjen KSDAE Gelar Festival Menipo di Kupang
Regional NTT

Ditjen KSDAE Gelar Festival Menipo di Kupang

By Redaksi29 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gundukan Pulau Menipo yang merupakan Taman Wisata Alam di Desa Enoraen, Kabupaten Kupang, NTT. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Pelestarian rusa timor mendapat perhatian khusus Direktorat Jenderal (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Perhatian itu ditandai dengan digelarnya  kegiatan khusus “Festival Menipo” di Kota Kupang, pekan kedua November mendatang.

Menipo adalah nama kawasan konservasi di Desa Enoraen, Kabupaten Kupang. Kawasannya berupa gundukan pulau kecil di pesisir selatan Timor, bagian NTT, berjarak sekitar 119 km sebelah timur Kota Kupang.

Gundukan pulau mungil itu sejak turun temurun merupakan kawasan khusus “penangkaran” rusa timor.

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno dijadwalkan secara resmi membuka festival tersebut. Kegiatan itu tujuan utamanya menggugah masyarakat setempat agar semakin memahami pentingnya pelestarian rusa timor beserta kawasan habitatnya.

“Festval itu juga bertujuan mengingatkan masyarakat Timor khususnya, bahwa melestarikan rusa timor itu merupakan simbol penghormatan bagi leluhur mereka,” jelas Wiratno melalui telepon selulernya, Senin (29/10/2019).

Mengutip kisah sejumlah warga Desa Enoraen, gundukan pulau mungil yang belakangan dikenal Menipo, adalah serapan dari aslinya bernama Menifon. Kata menifon itu adalah paduan nama pasangan leluhur Timor di Enoraen, yakni Meni dan Fon.

Pasangan leluhur itu dikenal sebagai penyayang biatang terutama rusa. Ketika zamannya, hewan liar itu selalu jinak dan akrab dengan Menifon dan keluarganya. Rusa yang ditangkap dan dibunuh hanya sebatas untuk kebutuhan lauk di rumah atau keperluar terbatas lainnya.

Menurut kelanjutan kisahnya, seiring perjalanan waktu, perlilaku rusa belakangan menjauh dan liar. Menifon pun mulai kesulitan menangkapnya. Setelah dilakukan pengusutan, ternyata perubahan perilaku rusa yang menjauh dan liar itu akibat ulah menyimpang sekelompok warga.

Tanpa sepengetahuan Menifon, mereka secara serakah menangkap dan membunuh hewan liar itu hanya sekadar bersenang senang.

Mengetahui ulah negatif sekelompok warganya itu, Meni dan Fon terpanggil untuk menyelamatkan kawanan rusa. Usaha yang dilakukannya adalah memindahkan beberapa pasang rusa ke kawasan gundukan pulau yang kemudian bernama Menifon lalu berubah menjadi Menipo itu.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Timbul Batubara menjelaskan, Festival Menipo yang berlangsung selama tiga hari, pada intinya mengenang jasa luhur leluhur Menifon. Berbagai atraksi budaya khas Timor akan dipentaskan. Warga yang dilibatkan akan diggugah perannya guna menguatkan rasa memiliki mereka atas TWA (Taman Wisata Alam) Menipo.

“Apalagi rusa timor yang sekarang ada termasuk di Menipo, terjaga keberadaannya berkat jasa leluhur mereka,” tambah Timbul di Kupang, Senin (29/10/2019) jelang petang.

Penulis: Boni J

gundukan menipo Kabupaten Kupang rusa timor
Previous ArticleTarian Foklor dari Timor Leste Ikut Ramaikan Festival Fulan Fehan Belu
Next Article 7 Terduga Pelaku Penganiayaan di Babulu Selatan Sudah Ditahan Polres Belu

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.