Penjabat Kepala Desa Ngegedhawe, Wilibrodus Wae mengangkat dua jari saat pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosko Do (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyatakan, jabatan bukan untuk meluapkan nafsu primitif dan kesenangan lainnya yang menggunakan fasilitas publik.

“Kesenangan itu menyita waktu penjabat publik, ketika kita dipercayakan menjadi pejabat publik yang harus kita korbankan adalah kesenangan-kesenangan pribadi. Bahwa jabatan ini bukan dipakai untuk meluapkan seluruh nafsu primitif kita, entah itu makan, minum, seks dan kesenangan lainnya dengan menggunakan fasilitas publik. Kalau itu dilakukan, kita umu bhoko (umur pendek),” ujar Don Bosco dalam sambutannya saat pelantikan penjabat Kepala Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Wilibrodus Wae, Kamis (31/10/2019).

Untuk diketehaui, pengangkatan Penjabat Kepala Desa Ngegedhawe berawal dari kekosongan jabatan.

Kekosongan itu terjadi pasca Kepala Desa Ngegedhawe Vitus Ara meninggal dunia akibat didera penyakit Hepatitis B, sesaat setelah ia dilantik.

Selama almarhum Vitus sakit, urusan Kepemerintahan Desa Ngegedhawe diambilalih oleh Sekretaris Desa Ngegedhawe Ferdinandus Jumat.

Sebelumnya, almarhum Vitus terpilih menjadi Kepala Desa Ngegedhawe menggantikan almarhum Stanislaus Judha dan almarhum Donatus Ju yang juga meninggal dalam tugas.

Stanislaus Judha meninggal secara mendadak saat sedang mengikuti masa orientasi di Jakarta, pada tahun 2015 lalu.

Sedangkan Donatus Ju meninggal dunia diduga akibat diseruduk mobil Gaspar Jawa Kadis Koperindag dan UKM Kabupaten Nagekeo.

Kepada ketiga almarhum, Bupati  Don memberikan ucapkan terima kasih atas segala karya dan tugas yang telah dilakukan di Desa Ngegedhawe.

“Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketiga almarhum Kepala Desa Ngegedhawe, Bapak Donatus Ju, Bapak Stanislaus Judha, dan Bapak Vitus Ara dan kepada keluraga. Bahwa tanpa mereka bertiga, kita belum sampai pada situasi seperti hari ini,” katanya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

alterntif text