Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Photo Gallery»Foto: Nasib Mangrove di Mabar yang Kian Kritis
Photo Gallery

Foto: Nasib Mangrove di Mabar yang Kian Kritis

By Redaksi3 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kerusakan hutan mangrove di Dusun Menjaga (Foto: Ito Umar)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Wajah hutan mangrove atau bakau di Dusun Menjaga, Desa Mancang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hingga kini kian memprihatinkan.

Betapa tidak, beberapa pohon mangrove sudah dibabat dan dibakar oknum tertentu. Pembakaran dan pembabatan hutan bakau hingga kritis tersebut diduga demi kepentingan investasi.

Warga setempat Mohamad Tohir kepada wartawan, Selasa (15/10/2019) sore, mengaku kerusakan hutan mangrove diperkirakan sepanjang 500 meter dari laut hingga darat.

Areal hutan itu, kata Mohamad, kemudian dibuat jalan menuju resort dari salah satu perusahan.

“Saya lahir dan besar di dusun ini pak. Dulu mangrove atau apa namanya hutan itu bagus sekali kelihatannya. kami kecewa sekali ketika ada orang yang merusak itu,” ujarnya.

Ia mengaku takut jika di balik pembabatan hutan mangrove tersebut berpotensi tsunami, air laut pasang hingga mengikis daratan, dan hewan laut punah.

Parahnya lagi, lanjut Mohamad, pembakaran hutan tersebut bukan untuk kepentingan umum, tetapi hanya demi investasi dari salah satu perusahan.

“Banyak hal yang kami takutkan pak. Apalagi lokasi mangrove ini tidak terlalu jauh dari rumah-rumah penduduk,” ujarnya.

Sebagai Kepada Dusun Menjaga, Mohamad kemudian meminta pihak berwajib untuk tidak boleh tinggal diam akan kerusakan hutan mangrove di wilayahnya.

“Kami pernah lihat ada petugas dinas yang datang pak. Tapi kami tidak tahu mereka datang untuk apa. Kalau ada pelanggaran kami minta harus ditegakkan. Kalau melanggar harus dihukum,” pinta Mohamad.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mabar, Paulinus Panggul mengaku, pihaknya sudah turun ke lokasi dan melaporkan hal ini ke Bupati Mabar Agustinus Ch Dula.

“Staf saya sudah turun ke lokasi dan kami ada foto-fotonya. Terkait hal ini kami sudah sampaikan ke Bupati,” kata Paulinus ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Ia mengaku lokasi penebangan itu milik sebuah perusahaan yang ada di Labuan Bajo.

“Lokasi penebangan yang banyak itu milik PT Plataran. Plataran Komodo. Dan itu harus diangkat. Hanya sekarang kami tidak bisa tegur dia. Kami tidak tahu kapan itu. Kami juga tidak tahu dia mau bangun apa. Tidak tahu persis.Tidak ada laporan ke dinas. Sedangkan resort itu milik PT Komodo Menjaga resort izin provinsi, bukan izin kita dan dia proses dokumennya ke provinsi,” jelas Paulus.

Penulis: Ardy Abba

Berikut foto-foto kerusakan mangrove di Dusun Menjaga (Foto: Ito Umar) 

Kerusakan hutan mangrove di Dusun Menjaga (Foto: Ito Umar)
Kerusakan hutan mangrove di Dusun Menjaga (Foto: Ist)
Kerusakan hutan di Dusun Menjaga dan proyek jalan (Foto: Ist)

 

Kabupaten Manggarai Mabar
Previous ArticleMahasiswa Katolik Harus Aktif Kuliah dan Organisasi
Next Article Itakanrai Dibentuk untuk Ikut Promosikan Budaya Malaka

Related Posts

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.