Andre Djemalu (bajuk kotak putih tengah) saat pose bersama peserta diskusi, Sabtu, 9 November 2019 (Foto: Dok. Parmaperu Kupang)
alterntif text

Kupang, Vox NTT- Pegiat desa Fransisko Andriani Djaga Djemalu mengatakan, hingga saat ini pengelolaan dana desa masih belum efektif dan belum tepat sasaran.

Menurut Andre Djemalu, demikian Fransisko Andriani Djaga Djemalu disapa, orientasi pembangunan yang dijalani masih fokus pada pembangunan fisik.

Hal itu disampaikan Andre saat diskusi bersama aktivis yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Pelajar Kecamatan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara (Parmaperu) Kupang, Sabtu (09/11/2029) kemarin. Diskusi itu mengusung tema “Efektivitas Dana Desa Terhadap Pembagunan”

Pembangunan fisik itu kata dia, masih mengabaikan hal lain yang menjadi kebutuhan kesejahteraan masyarakat desa.

Padahal dana desa tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, tetapi pengembangan desa wisata, BUMDes dan lainnya yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Bakal calon Bupati Manggarai Barat (Mabar) itu menegaskan, masih ada jarak antara pendamping desa dalam setiap perencanaan pembangunan.

“Usul dan saran pendamping desa sering kali tidak dihiraukan oleh pemerintah desa,” tegas Pembina organisasi Garda Bangsa itu.

Ia mengatakan, problem di desa juga adalah rendahnya kreativitas pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi yang ada.

“Hal kecil yg dapat dilakukan adalah dengan memberikan informasi kepada publik tentang keadaan potensi desa,” tutur Andre.

Sementara itu, Ketua umum Parmaperu Kupang Irfan Budiman mengatakan diskusi itu merupakan bentuk respon dan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai isu dan dinamika dalam pembangunan desa.

Yang mana, sampai hari ini masih belum tepat sasaran dalam pengelolaan dana desa.

Ia berharap, agar dana 70 triliun yang dianggarkan pada 2019 mampu menyejahterakan dengan menghilangkan kesenjangan ekonomi dan pembangunan.

“Ini merupakan suatu bentuk partisipasi dan kepekaan mahasiswa terhadap perkembangan dalam pembangunan desa,” ungkap mahasiswa Undana Kupang itu.

Di sisi lain, menurut dia disksui itu adalah bagian dari membangun kultur akademik di kalangan mahasiswa Parmaperu Kupang.

“Saya juga mengajak mahasiswa untuk peka terhadap problem di desa,” harapnya.

Untuk diketahui, kegiatan diskusi tersebut dihadiri oleh 30-an orang mahasiswa asal Manggarai yang tersebar di berbagai kampus di Kota Kupang.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

alterntif text