Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pemakai Narkoba yang Melaporkan Diri Tidak Dipenjara
HUKUM DAN KEAMANAN

Pemakai Narkoba yang Melaporkan Diri Tidak Dipenjara

By Redaksi12 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Staf BNN NTT bagian rehabilitasi saat jumpa pers, Selasa (12/11/2019)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yully Beribe, mengatakan jika ada dugaan pemakaian narkoba.

Menurut Yully, bagi keluarga atau pemakai yang melaporkan diri agar direhabilitasi. Mereka tidak akan dipenjara.

“Jangankan pelapor, pelaku juga akan dijaga kerahasiaan identitas. Merasa perlu diobati silakan datang lapor. BNN NTT ada bidang rehabilitasi. Silakan datang lapor,” ajak dia di Kupang, Selasa (12/11/2019).

“Penetapan putusan Pengadilan tidak dilakukan secara fisik yakni penahanan, tapi akan dilakukan rehabilitasi,” tambah Yully.

Di tempat yang sama, Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi NTT Stef Joni Didok mengatakan, selama tahun 2019 pihaknya fokus terhadap penguatan lembaga rehabilitasi.

“Ada lembaga  rehab milik pemerintah,
lembaga masyarakat dan pasca rehabilitasi,” kata Stef.

Ia mengungkapkan, pencapaian rehabilitasi selama tahun 2019 berjumlah 12 fasilitas.

Pihak Stef juga melakukan pelatihan kepada petugas sebanyak 25 orang dari target 100%.

“Target klinik pratama tahun 2019 sebanyak 60 orang  yang direhabilitasi sementara sampai sekarang capaian 58 orang,” kata dia.

Dari  jumlah 58 orang yang direhabilitasi, kata dia, sebanyak 50 orang secara sukarela datang untuk direhabilitasi. Sedangkan 8 lainnya pemakai narkoba yang telah ditangkap sebelumnya.

“Kami dibantu oleh empat yayasan yakni Yayasan Warna Kasih, Yayasan Mensa Lembata, Yayasan Yak Esra Maumere dan Yayasan Mitra Harapan So’e,” ungkapnya.

Menurut Stef, keberhasilan penguatan lembaga karena hubungan kerja sama dengan instansi Pemerintah.

“Kurang kesadaran dari masyarakat untuk rehabilitasi. Kami juga mengadakan pegiatan pencegahan serta pelatihan kemampuan. Seminar pengembangan diri agar bisa memulihkan kepercayaan diri bagi para pemakai yang sudah direhabilitasi,” tutupnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

BNN NTT Kabupaten Kupang
Previous ArticleDemi Hiu Putih, Disbudpar Sikka Libatkan Divers Kenamaan
Next Article Ratusan Boks Lengkap Plug Reefer Beroperasi di Ende, Pelindo: Ekonomi Meningkat

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.