Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Anggaran Belanja untuk Masyarakat Kecil, DPRD Ende: Perspektif Pemerintah Lemah
HEADLINE

Anggaran Belanja untuk Masyarakat Kecil, DPRD Ende: Perspektif Pemerintah Lemah

By Redaksi13 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lampiran Foto : Ketua Komisi III DPRD Ende Vinsen Sangu sedang memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah di ruang gabungan komisi (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-DPRD Ende mengkritisi pengajuan alokasi anggaran oleh pemerintah untuk Tahun Anggaran 2020 yang dinilai tak seimbang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah, anggota dewan menilai alokasi anggaran yang diajukan pemerintah terutama kebutuhan belanja langsung untuk masyarakat, sangat kecil dibandingkan dengan alokasi anggaran operasional dinas.

Menurut dewan, perspektif ini dianggap lemah dengan menghabiskan anggaran pada bidang yang kurang menyentuh kebutuhan dan tidak proporsional.

“Kami mencermati terutama pos belanja langsung lebih kecil dibandingkan dengan pos belanja tidak langsung yang lebih besar. Dari sisi efisiensi kita melihat tidak menyentuh kepada masyarakat. Nah, ini yang harus ditekan,”ungkap Ketua Komisi III DPRD Ende, Vinsen Sangu dalam RDP bersama pemerintah pada Rabu (13/11/2019) siang.

Pengalokasian anggaran model ini, kata Vinsen, mesti diubah secara berlahan agar alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat. Jika tidak maka perspektif pemerintah terhadap pengajuan anggaran masih lemah.

Vinsen mencontohkan alokasi anggaran bidang lingkungan dan persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup. Misalnya, pengadaan lahan TPA yang diajukan sebesar Rp 1,4 Miliar lebih kecil dibandingkan dengan belanja tidak langsung yang hampir 50 persen.

“Nah, ini sebagai bukti perspektif pemerintah yang lemah. Mestinya, sisi kemanusiaan, sisi efisiensi, sisi efektivitas harus menjadi pertimbangan. Nah, kita melihat alokasi yang diajukan ini lebih pada pemborosan operasional dinas. Ini yang tidak boleh,”kata Vinsen.

Terhadap anggaran pada Dinas Lingkungan Hidup, jelas Vinsen, mesti ada perimbangan anggaran pada bidang persampahan dan bidang lingkungan hidup.

Mantan aktivis ini menegaskan bahwa dewan secara kelembagaan akan terus mengoreksi dan merekomendasikan anggaran belanja langsung yang lebih maksimal terutama terhadap hajat hidup masyarakat.

“Bayangkan alokasi untuk bidang lingkungan tidak sampai 200 Juta. Dan didalam 200 Juta itu tidak sampai 50 juta belanja langsung. Sisanya belanja operasional pemerintah. Padahal ancaman lingkungan hidup yang kita amati selama ini di Ende justru ada. Mestinya ada kegiatan konservasi lingkungan hidup,”katanya.

“Daripada ini (anggaran) untuk belanja dinas yang kurang substansi sebaiknya anggaran itu diambil untuk kepentingan belanja langsung kepada masyarakat misalnya melakukan konservasi mata air, konservasi sungai, konservasi pantai dan lainnya. Maka hari ini kita melakukan sinkronisasi anggaran terhadap program langsung kepada masyarakat,” tegas Vinsen.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticlePastor Siprianus Hormat Diangkat Jadi Uskup Ruteng, Begini Isi Surat Duta Vatikan
Next Article Fraksi NasDem Minta PDAM Layani Kebutuhan Masyarakat Luas, Bukan Investor

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.